Pengguna KRL Commuter Line Selama Ini Disubsidi Negara Rp11.981, Sudah Saatnya Tarif Naik
Rabu, 12 Januari 2022 - 22:40 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pekan Pertama 2022, 145.977 Orang Gunakan KRL Commuter Line
Sehingga tiket tersebut akan mengetahui penggunanya memiliki penghasilan berapa, dan apakah pantas mendapat tiket subsidi atau tidak. "Nanti akun tersebut akan berbasis NIK, pendapatannya berapa ketahuan. Dengan ABT ini, nanti begitu masuk kami akan tahu, owh ini harus kena PSO (subsidi) berapa, yang ini tidak, dengan itu semua sebetulnya beres, tapi ini solusi masa depan," sambungnya.
Dengan hal tersebut menurut Wawan pemerintah akan lebih tepat sasaran dalam memberikan subsidi kepada masyarakat. Hingga saat ini ABT masih terus dikembangkan sebelum dikenalkan kepada masyarakat.
"Tapi ini solusi masa depan, kami memiliki prinsip, kalau memang itu disetujui kamipun akan siap, karena kami juga sedang develop untuk membangun sistem ABT, saya yakin dengan hal ini pemerintah dapat memberikan PSO atau subsidi yang tepat sasaran," pungkasnya.
Sehingga tiket tersebut akan mengetahui penggunanya memiliki penghasilan berapa, dan apakah pantas mendapat tiket subsidi atau tidak. "Nanti akun tersebut akan berbasis NIK, pendapatannya berapa ketahuan. Dengan ABT ini, nanti begitu masuk kami akan tahu, owh ini harus kena PSO (subsidi) berapa, yang ini tidak, dengan itu semua sebetulnya beres, tapi ini solusi masa depan," sambungnya.
Dengan hal tersebut menurut Wawan pemerintah akan lebih tepat sasaran dalam memberikan subsidi kepada masyarakat. Hingga saat ini ABT masih terus dikembangkan sebelum dikenalkan kepada masyarakat.
"Tapi ini solusi masa depan, kami memiliki prinsip, kalau memang itu disetujui kamipun akan siap, karena kami juga sedang develop untuk membangun sistem ABT, saya yakin dengan hal ini pemerintah dapat memberikan PSO atau subsidi yang tepat sasaran," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :