Jokowi Minta Holding BUMN Pariwisata Lebih Gesit dan Profesional
Kamis, 13 Januari 2022 - 23:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga:M otor Presiden Jokowi Ganti Gaya Lagi, Ini Dugaan Unik Netizen
Presiden juga mengingatkan bahwa pembentukan holding ini harus menjadikan holding BUMN pariwisata dan pendukung menjadi lebih gesit, lincah, dan profesional. Menurutnya, hal tersebut merupakan kunci dari manajemen tata kelola yang lebih efisien dan sederhana.
“Jangan sampai justru muncul keribetan-keribetan baru atau memindahkan persoalan-persoalan lama ke bentuk persoalan-persoalan baru,” tandasnya.
Sebagai catatan, perusahaan BUMN yang tergabung dalam holding Pariwisata dan Pendukung ini antara lain PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero).
Baca juga: Rest Area Akan Dilengkapi Hotel, Anak Usaha Jasa Marga Gandeng OHM
Lebih lanjut Jokowi menandaskan, kunci untuk bergerak lebih maju adalah perbaikan manajemen dan perbaikan tata kelola karena potensi pariwisata terutama pasar domestik masih terbuka lebar.
Presiden juga mengingatkan bahwa pembentukan holding ini harus menjadikan holding BUMN pariwisata dan pendukung menjadi lebih gesit, lincah, dan profesional. Menurutnya, hal tersebut merupakan kunci dari manajemen tata kelola yang lebih efisien dan sederhana.
“Jangan sampai justru muncul keribetan-keribetan baru atau memindahkan persoalan-persoalan lama ke bentuk persoalan-persoalan baru,” tandasnya.
Sebagai catatan, perusahaan BUMN yang tergabung dalam holding Pariwisata dan Pendukung ini antara lain PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero).
Baca juga: Rest Area Akan Dilengkapi Hotel, Anak Usaha Jasa Marga Gandeng OHM
Lebih lanjut Jokowi menandaskan, kunci untuk bergerak lebih maju adalah perbaikan manajemen dan perbaikan tata kelola karena potensi pariwisata terutama pasar domestik masih terbuka lebar.
Lihat Juga :