Ribuan Guru Honorer di Daerah 3T Peroleh Apresiasi dari BUMN
Minggu, 16 Januari 2022 - 10:16 WIB
loading...
(Ki-ka) Wakil Rektor 1 UNM Budi Eko Soetjipto; Dirut BNI Royke Tumilaar; Guru SDN Pagadungan 5, Pandeglang, Oman Abdurahman; Guru SMP N 5 Bondowoso Faalulliyatin; dan Menteri BUMN Erick Thohir di acara Apresiasi Guru Honorer di Daerah 3T, Sabtu (15/1/2022
A
A
A
JAKARTA - Guru-guru yang berjuang di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) yang juga masih berstatus honorer memperoleh apresiasi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Pengabdian mereka sebagai tenaga pendidik dinilai sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan serta nilai dan etika dari generasi muda Indonesia.
Dalam program ini, sebanyak 3.638 guru honorer terpilih untuk mendapatkan apresiasi dari BNI dalam bentuk tabungan. Guru honorer ini mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Program ini pun mencakup guru honorer baik dari sekolah Negeri maupun swasta dengan total alokasi anggaran senilai Rp18,19 miliar.
Baca Juga: Digaji Rp10.000 Per Bulan, Guru Honorer di Aceh Tengah Tetap Senyum Jalankan Tugas
Apresiasi tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Menteri BUMN Erick Thohir kepada beberapa guru honorer di Malang, Jawa Timur, Sabtu (15/1/2022). Direktur Utama BNI Royke Tumilaar turut mendampingi penyerahan tabungan secara simbolis tersebut. Acara tersebut juga diikuti oleh perwakilan guru honorer dari 22 provinsi secara virtual.
Erick menuturkan, perhatian BUMN terhadap para guru Honorer merupakan bagian dari 3 program kepedulian yang saat ini tengah didorong oleh Kementerian BUMN dalam pemanfaatan CSR. Ketiga program tersebut adalah Kepedulian Terhadap Pendidikan, Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta Lingkungan Hidup.
"Saya minta BNI membantu para Guru Honorer, yang sudah berusia diatas 50 tahun, namun masih berbakti menjadi guru di daerah 3T. Karena para guru itu belum tersentuh apresiasi BUMN sebelumnya," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Minggu (16/1/2022).
Erick menambahkan, apresiasi ini diharapkan akan mengurangi kerisauan para guru honorer selama ini. Erick juga berharap apresiasi ini berkelanjutan. "Dari hati yang terdalam, saya mengucapkan terimakasih atas perjuangan para guru yang memastikan pendidikan tetap berlanjut. Ini penting karena pendidikan adalah kunci dari kesuksesan. Bagi saya, guru adalah pejuang," tegasnya.
Dalam program ini, sebanyak 3.638 guru honorer terpilih untuk mendapatkan apresiasi dari BNI dalam bentuk tabungan. Guru honorer ini mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Program ini pun mencakup guru honorer baik dari sekolah Negeri maupun swasta dengan total alokasi anggaran senilai Rp18,19 miliar.
Baca Juga: Digaji Rp10.000 Per Bulan, Guru Honorer di Aceh Tengah Tetap Senyum Jalankan Tugas
Apresiasi tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Menteri BUMN Erick Thohir kepada beberapa guru honorer di Malang, Jawa Timur, Sabtu (15/1/2022). Direktur Utama BNI Royke Tumilaar turut mendampingi penyerahan tabungan secara simbolis tersebut. Acara tersebut juga diikuti oleh perwakilan guru honorer dari 22 provinsi secara virtual.
Erick menuturkan, perhatian BUMN terhadap para guru Honorer merupakan bagian dari 3 program kepedulian yang saat ini tengah didorong oleh Kementerian BUMN dalam pemanfaatan CSR. Ketiga program tersebut adalah Kepedulian Terhadap Pendidikan, Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta Lingkungan Hidup.
"Saya minta BNI membantu para Guru Honorer, yang sudah berusia diatas 50 tahun, namun masih berbakti menjadi guru di daerah 3T. Karena para guru itu belum tersentuh apresiasi BUMN sebelumnya," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Minggu (16/1/2022).
Erick menambahkan, apresiasi ini diharapkan akan mengurangi kerisauan para guru honorer selama ini. Erick juga berharap apresiasi ini berkelanjutan. "Dari hati yang terdalam, saya mengucapkan terimakasih atas perjuangan para guru yang memastikan pendidikan tetap berlanjut. Ini penting karena pendidikan adalah kunci dari kesuksesan. Bagi saya, guru adalah pejuang," tegasnya.
Lihat Juga :