Mayoritas Pakai Duit APBN, Ibu Kota Baru Dibangun sampai 2045
Selasa, 18 Januari 2022 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Kendati demikian, Sri memastikan, pembangunan IKN tidak akan mengganggu penanganan Covid-19 yang masih menjadi prioritas. Selanjutnya pemerintah perlu menambah alokasi pada pemilihan umum (pemilu) yang jatuh di 2024.
Baca Juga: Kepala Bappenas: Ibu Kota Baru Bernama Nusantara
Di sisi lain, tahun depan defisit anggaran harus kembali pada level 3% terhadap Produk Domestik Bruto. "Artinya 2022-2024, penanganan covid, pemulihan ekonomi dan IKN ada di dalam APBN yang akan didesain dan pada saat yang sama defisit 3% mulai 2023 semuanya tetap terjaga," pungkasnya.
Sebagai informasi, pembangunan mayoritas menggunakan APBN. Dalam website IKN dikutip, Selasa (18/1/2022), pendanaan sebesar 53,5% menggunakan APBN dan sisanya 46,5% menggunakan anggaran lain dari skema KPBU, swasta dan BUMN. Sebelumnya pemerintah hanya berencana menggunakan anggaran APBN sebesar 19,2% dari total anggaran yang diperkirakan mencapai Rp466 triliun.
Baca Juga: Kepala Bappenas: Ibu Kota Baru Bernama Nusantara
Di sisi lain, tahun depan defisit anggaran harus kembali pada level 3% terhadap Produk Domestik Bruto. "Artinya 2022-2024, penanganan covid, pemulihan ekonomi dan IKN ada di dalam APBN yang akan didesain dan pada saat yang sama defisit 3% mulai 2023 semuanya tetap terjaga," pungkasnya.
Sebagai informasi, pembangunan mayoritas menggunakan APBN. Dalam website IKN dikutip, Selasa (18/1/2022), pendanaan sebesar 53,5% menggunakan APBN dan sisanya 46,5% menggunakan anggaran lain dari skema KPBU, swasta dan BUMN. Sebelumnya pemerintah hanya berencana menggunakan anggaran APBN sebesar 19,2% dari total anggaran yang diperkirakan mencapai Rp466 triliun.
(nng)
Lihat Juga :