Fenomena Flexing, Pakar Ungkap Motif di Balik Perilaku Pamer Kekayaan

Jum'at, 21 Januari 2022 - 15:00 WIB
loading...
Fenomena Flexing, Pakar...
Pamer kekayaan menjadi salah satu konten yang banyak diunggah di media sosial. Foto/Ilustrasi/pexels.com
A A A
JAKARTA - Makin kaya makin riya. Itulah fenomena yang menjangkiti masyarakat masa kini, terlebih dengan masifnya penggunaan internet dan media sosial (medsos) .

Pamer kekayaan bahkan menjadi salah satu konten yang cukup populer dan banyak diunggah di dunia maya. Ironisnya lagi, dengan teknologi pengedit foto dan video yang makin canggih, seseorang yang dalam kesehariannya mungkin biasa saja bisa menampilkan foto bak sultan yang keren dan kaya raya. Menaikkan derajat sosial alias pansos (panjat sosial) menjadi salah satu alasannya.

Baca juga: 4 Sumber Kekayaan Fuji Adik Bibi Ardiansyah, Nomor 3 Instan Banget

Akademisi yang juga Pendiri Yayasan Rumah Perubahan Rhenald Kasali mengatakan, semakin kaya seseorang, maka akan semakin diam atau tidak memamerkan kekayaan. Namun, saat ini begitu banyak orang yang suka pamer kekayaan.

“Salah satu pepatah yang saya ingat adalah poverty screams, but wealth whispers. Jadi benar sekali bahwa orang-orang yang kaya itu tidak berisik, agak malu membicarakan tentang kekayaan,” kata Rhenald seperti dikutip dari akun Youtube pribadinya, Jumat (21/1/2022).

Rhenald yang juga pakar manajemen itu menjelaskan, fenomena ini dikenal dengan istilah flexing. Dalam konteks perilaku konsumen, dikenal teori Conspicuous Consumption yakni pembelian barang atau jasa yang dilakukan untuk menunjukkan kekayaan seseorang.

Baca juga: 4 Artis Ini Tajir Sejak Lahir tapi Ogah Umbar Kekayaan

Menurut dia, orang yang benar-benar kaya tidak akan melakukan hal tersebut. Bahkan, akan cenderung semakin menjaga privasinya.

“Jadi agak malu membicarakan tentang kekayaan. Kalau orang-orang masih melihat label harga atau mempersoalkan uang, biasanya mereka belum kaya. Jadi, orang kaya itu biasanya diam-diam saja lah,” tukasnya.

Bahkan, dia mengaku seringkali was-was jika bertemu seseorang di tempat umum seperti di pesawat. Di mana, Rhenald khawatir orang tersebut mungkin salah satu orang terkaya di dunia.

“Kalau saya naik pesawat, saya suka menebak-nebak siapa yang duduk di sebelah saya. Semakin sederhana, semakin saya was-was. Jangan-jangan ini orang terkaya di dunia ini, di sebelah saya,” tuturnya.



Lebih lanjut, Rhenald menguraikan bahwa flexing dapat dilakukan karena beberapa kebutuhan, mulai dari agar dilihat mampu hingga keinginan mendapatkan pasangan.

“Pertama, agar dilihat mampu oleh orang lain. Hal ini bisa dalam hal pekerjaan. Kedua, untuk menunjukkan kredibilitas atas suatu kemampuan. Di mana, dalam hal ini yang dipamerkan bukanlah harta kekayaan. Ketiga, untuk mendapatkan pasangan dengan level keuangan ‘sultan’,” bebernya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tabungan Orang Kaya...
Tabungan Orang Kaya Kuasai 57,69% Dana di Bank, Kelas Bawah dan Menengah Seret
Dilema Larangan Usia...
Dilema Larangan Usia Medsos: Menyeimbangkan Perlindungan Anak dan Masa Depan Investasi Digital
Ketimpangan Dunia Makin...
Ketimpangan Dunia Makin Lebar, 75 Persen Kekayaan Global Dikuasai Hanya 10% Miliarder
Purbaya Bongkar Orang...
Purbaya Bongkar Orang Super Kaya RI Masih Dapat Subsidi
Cegah Penipuan Digital,...
Cegah Penipuan Digital, Danamon Imbau Nasabah Bijak Gunakan Media Sosial
Ekonomi Lesu tapi Jumlah...
Ekonomi Lesu tapi Jumlah Crazy Rich RI Tumbuh Pesat, Ini Buktinya
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Rekomendasi
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Berita Terkini
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved