Aturan Pajak Diubah, Orang-orang Super Tajir Inggris Ancam Bedol Desa

Jum'at, 20 September 2024 - 16:07 WIB
loading...
Aturan Pajak Diubah,...
Kelompok super kaya Inggris menolak perubahan yang diusulkan pada rezim pajak non-domisili di negara tersebut. FOTO/Ilustrasi
A A A
LONDON - Orang-orang super kaya di Inggris mengancam akan meninggalkan negara itu jika pemerintah menyetujui perubahan yang diusulkan pada rezim pajak non-domisili di negara tersebut. Monako, Italia, Swiss, Dubai, diperkirakan mungkin akan menjadi tujuan para miliuner tersebut.

Hampir dua pertiga (63%) investor kaya mengatakan mereka berencana untuk meninggalkan Inggris dalam waktu dua tahun atau "segera" jika pemerintah melanjutkan rencana untuk menghapus keringanan pajak era kolonial. Sementara, 67% mengatakan mereka tidak akan beremigrasi ke Inggris sejak awal, menurut sebuah studi baru dari Oxford Economics, yang menilai implikasi dari rencana tersebut.

Rezim non-domisili Inggris adalah aturan pajak berusia 200 tahun, yang mengizinkan orang yang tinggal di Inggris tetapi berdomisili di tempat lain untuk menghindari pembayaran pajak atas pendapatan dan keuntungan modal di luar negeri hingga 15 tahun. Pada tahun 2023, diperkirakan 74.000 orang menikmati status tersebut, naik dari 68.900 pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: 6 Juta Data NPWP Warga Indonesia Bocor, Pakar Keamanan Siber Bilang Begini

Partai Buruh bulan lalu menetapkan rencana untuk menghapus status tersebut, memperluas janji yang ditetapkan dalam manifesto pemilihannya dan meningkatkan proposal sebelumnya oleh pemerintah Konservatif sebelumnya untuk menghapus rezim tersebut dari waktu ke waktu. Hal itu terjadi ketika Perdana Menteri Keir Starmer telah berjanji untuk meningkatkan keadilan dan menopang keuangan publik, dengan pengumuman lebih lanjut diharapkan dalam pernyataan anggaran musim gugur tanggal 30 Oktober.

Menteri Keuangan Rachel Reeves mengatakan bahwa membatalkan program tersebut dapat menghasilkan 2,6 miliar poundsterling atau sekitar USD3,45 miliar selama pemerintahan berikutnya. Namun, penelitian Oxford Economics, yang diproduksi awal bulan ini bekerja sama dengan kelompok lobi Foreign Investors for Britain, memperkirakan perubahan tersebut malah akan membebani pembayar pajak sebesar 1 miliar pound pada tahun 2029/30.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Kepatuhan Pajak Butuh...
Kepatuhan Pajak Butuh Kepercayaan Publik, Bukan hanya Teknologi
Dongkrak PNBP, Purbaya-Bahlil...
Dongkrak PNBP, Purbaya-Bahlil Sinkronkan Kebijakan Fiskal dan Energi
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Rekomendasi
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Berita Terkini
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Infografis
Topan Super Terjang...
Topan Super Terjang Jepang, hampir 3 Orang Mengungsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved