Berbagi Pengalaman, Hary Tanoesoedibjo Beberkan Kiat Sukses di Rakornas MNC Asset Management
Jum'at, 21 Januari 2022 - 15:04 WIB
loading...
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo dalam rakornas MNC Asset Management 2022 yang digelar secara virtual, Jumat (21/1/2022). Foto/Anggie
A
A
A
JAKARTA - PT MNC Asset Management kembali menggelar rapat koordinasi nasional (rakornas) tahun 2022. Acara yang diikuti oleh seluruh karyawan dari semua cabang PT MNC Asset Management ini mengusung tema "Adaptive To Be Champion".
Dalam kesempatan tersebut, Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menegaskan bahwa terkait asset management, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal itu mulai dari kinerja yang baik, pengetahuan, dan lainnya.
Baca Juga: 21 Tahun di Industri Investasi, MNC Asset Management Pacu Layanan Lewat Aplikasi
"Jadi kinerja itu nomor satu. Lalu kita harus tahu situasi ekonomi, industrinya, pasar modal dan kita harus tahu perusahaan yang menjadi tempat investasi," papar Hary dalam Rapat Koordinasi MNC Asset Management secara virtual, Jumat (21/1/2022).
Menurut dia, fund manager dituntut untuk mampu menjelaskan dengan baik latar belakang mengapa dia ingin mengambil keputusan tersebut. "Jadi jika saya mau beli saham A, harus ada alasan dan saya harus jelaskan. Semua itu untuk memastikan bahwa keputusan diambil secara objektif, bukan karena keputusan yang emosional dari keputusan fund manager-nya atau orang lain," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menegaskan bahwa terkait asset management, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal itu mulai dari kinerja yang baik, pengetahuan, dan lainnya.
Baca Juga: 21 Tahun di Industri Investasi, MNC Asset Management Pacu Layanan Lewat Aplikasi
"Jadi kinerja itu nomor satu. Lalu kita harus tahu situasi ekonomi, industrinya, pasar modal dan kita harus tahu perusahaan yang menjadi tempat investasi," papar Hary dalam Rapat Koordinasi MNC Asset Management secara virtual, Jumat (21/1/2022).
Menurut dia, fund manager dituntut untuk mampu menjelaskan dengan baik latar belakang mengapa dia ingin mengambil keputusan tersebut. "Jadi jika saya mau beli saham A, harus ada alasan dan saya harus jelaskan. Semua itu untuk memastikan bahwa keputusan diambil secara objektif, bukan karena keputusan yang emosional dari keputusan fund manager-nya atau orang lain," tegasnya.
Lihat Juga :