Harga Minyak Anjlok, Kontraktor Migas Pangkas Belanja Modal
Kamis, 11 Juni 2020 - 16:29 WIB
loading...
Akibat rendahnya harga minyak dunia, para kontraktor di industri hulu migas memangkas belanja modal rata-rata mencapai 25% dari rencana tahun ini. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Rendahnya harga minyak dunia membuat industri hulu minyak dan gas bumi (migas) harus mencari cara supaya bisnisnya tidak terpuruk karena biaya operasional tidak sesuai dengan keekonomian proyek. Berbagai upaya dilakukan diantaranya melakukan efisiensi hingga memangkas belanja modal (capital expenditure/capex).
“Seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) memang telah sepakat untuk memangkas capex. Tentu spending cuts akan berpengaruh aktivitas pengeboran sehingga mempengaruhi produksi,” ujar Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Julius Wiratno saat webminar bertajuk “Protokol Covid-19 di Industri Hulu Migas” di Jakarta, Rabu (11/6/2020).
Menurut Julius, pemangkasan capex para kontraktor di industri hulu migas rata-rata mencapai 25% dari rencana tahun ini. Pihaknya menyebut total capex yang dianggarkan pada 2020 ini mencapai USD253 miliar namun turun menjadi USD179 miliar.
”Itu memang disebabkan karena pandemi Covid-19 dan penurunan harga minyak dunia hingga April lalu rata-rata mencapai USD20 per barel,” kata dia. (Baca Juga : Imbas Corona, SKK Migas Lakukan Penyesuaian Target Lifting Migas )
Dia mengatakan bahwa anjloknya harga minyak dunia dipicu oleh sejumlah hal. Pertama, wabah Covid-19 yang terus menyebar di dunia sehingga terjadi penurunan permintaan.
“Seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) memang telah sepakat untuk memangkas capex. Tentu spending cuts akan berpengaruh aktivitas pengeboran sehingga mempengaruhi produksi,” ujar Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Julius Wiratno saat webminar bertajuk “Protokol Covid-19 di Industri Hulu Migas” di Jakarta, Rabu (11/6/2020).
Menurut Julius, pemangkasan capex para kontraktor di industri hulu migas rata-rata mencapai 25% dari rencana tahun ini. Pihaknya menyebut total capex yang dianggarkan pada 2020 ini mencapai USD253 miliar namun turun menjadi USD179 miliar.
”Itu memang disebabkan karena pandemi Covid-19 dan penurunan harga minyak dunia hingga April lalu rata-rata mencapai USD20 per barel,” kata dia. (Baca Juga : Imbas Corona, SKK Migas Lakukan Penyesuaian Target Lifting Migas )
Dia mengatakan bahwa anjloknya harga minyak dunia dipicu oleh sejumlah hal. Pertama, wabah Covid-19 yang terus menyebar di dunia sehingga terjadi penurunan permintaan.
Lihat Juga :