Harga Minyak Anjlok, Kontraktor Migas Pangkas Belanja Modal
Kamis, 11 Juni 2020 - 16:29 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, over supply akibat tidak adanya kesepakatan negara-negara OPEC dengan Rusia untuk mengurangi tingkat produksi di tengah menurunnya permintaan minyak global. Ditambah lagi, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga turut memukul bisnis hulu migas.
“Target sampai akhir tahun kalau kita lihat memang cukup memprihatinkan walaupun siklus naik turun harga cukup dinamis. Kita harapkan akibat new normal harga minyak mentah semakin naik,” kata dia.
Melihat kondisi saat ini, kata dia, SKK Migas akhirnya menurunkan target produksi siap jual (lifting) migas. Target lifting minyak yang awalnya di Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) 2020 ditargetkan sebesar 755 ribu barel oil per day (bopd) dikoreksi menjadi 705 ribu bopd.
Sedangkan untuk lifting gas turun dari 6,670 mmscfd turun menjadi 5,536 mmscfd. “Itu disebabkan karena permintaan gas dari pembeli berkurang. Bahkan buyer esksisting minta renegosiasi kontrak,” kata dia.
“Target sampai akhir tahun kalau kita lihat memang cukup memprihatinkan walaupun siklus naik turun harga cukup dinamis. Kita harapkan akibat new normal harga minyak mentah semakin naik,” kata dia.
Melihat kondisi saat ini, kata dia, SKK Migas akhirnya menurunkan target produksi siap jual (lifting) migas. Target lifting minyak yang awalnya di Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) 2020 ditargetkan sebesar 755 ribu barel oil per day (bopd) dikoreksi menjadi 705 ribu bopd.
Sedangkan untuk lifting gas turun dari 6,670 mmscfd turun menjadi 5,536 mmscfd. “Itu disebabkan karena permintaan gas dari pembeli berkurang. Bahkan buyer esksisting minta renegosiasi kontrak,” kata dia.
(ind)
Lihat Juga :