Antisipasi Kemarau, GP3A Tompo Balang Pangkep Percepat Tanam
Kamis, 11 Juni 2020 - 18:48 WIB
loading...
Mengantisipasi musim kemarau panjang, para petani di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan melakukan percepatan tanam degan memanfaatkan potensi hujan yang masih ada. Foto/Dok
A
A
A
SULAWESI SELATAN - Mengantisipasi musim kemarau panjang, para petani di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan melakukan percepatan tanam degan memanfaatkan potensi hujan yang masih ada. Tujuannya, agar kebutuhan pangan tetap tersedia, terlebih di tengah pandemi Covid-19.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerangkan, pertanian Indonesia harus berproduksi dalam kondisi apa pun. Hal ini harus dilakukan untuk mendukung Ketahanan Pangan Nasional untuk menjadikan Indonesia mandiri pangan.
Untuk itu, Mentan SYL selalu meminta petani, penyuluh dan seluruh insan pertanian tetap turun ke lapangan, manfaatkan potensi yang ada untuk melakukan percepatan tanam dan terus berproduksi dan patuh terhadap protokol kesehatan.
“Pangan tidak boleh tertunda apalagi berhenti walaupun pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia. Dengan melakukan percepatan tanam adalah sebagai kunci untuk ketersediaan pangan nasional, sekaligu antisipasi datangnya musim kemarau,” ungkap Mentan.
Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengutarakan, pangan tidak boleh bersoal. “Kita sudah tidak bisa mengandalkan impor. Tetapi kita harus berdiri dengan pertanian kita sendiri melalui keanekaragaman pangan lokal sekaligus mendukung Ketahanan Pangan Nasional, sekaligus turut membantu kesejahteraan petani,” ujar Dedi.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerangkan, pertanian Indonesia harus berproduksi dalam kondisi apa pun. Hal ini harus dilakukan untuk mendukung Ketahanan Pangan Nasional untuk menjadikan Indonesia mandiri pangan.
Untuk itu, Mentan SYL selalu meminta petani, penyuluh dan seluruh insan pertanian tetap turun ke lapangan, manfaatkan potensi yang ada untuk melakukan percepatan tanam dan terus berproduksi dan patuh terhadap protokol kesehatan.
“Pangan tidak boleh tertunda apalagi berhenti walaupun pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia. Dengan melakukan percepatan tanam adalah sebagai kunci untuk ketersediaan pangan nasional, sekaligu antisipasi datangnya musim kemarau,” ungkap Mentan.
Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengutarakan, pangan tidak boleh bersoal. “Kita sudah tidak bisa mengandalkan impor. Tetapi kita harus berdiri dengan pertanian kita sendiri melalui keanekaragaman pangan lokal sekaligus mendukung Ketahanan Pangan Nasional, sekaligus turut membantu kesejahteraan petani,” ujar Dedi.
Lihat Juga :