Saatnya Mengolah Hasil Tambang

Selasa, 25 Januari 2022 - 11:03 WIB
loading...
A A A
Dia menuturkamn, sampai saat ini, belum aturan detail untuk pemanfaatan dan pengolahan logam tanah jarang ini. Mulyanto mewanti-wanti agar Indonesia harus terus belajar dan hati-hati dalam pengelolaan ini. Tujuannya, agar sumber daya alam (SDA) langka ini tidak jatuh ke tangan asing atau diekspor mentah-mentah.

Dalam pengelolaan minerba, pemerintah sebenarnya secara bertahap mendorong untuk dilakukan pengolahan di dalam negeri. Pemerintah terus menggenjot pembangunan smelter. Pemerintah pun secara bertahap menghentikan ekspor mentah dari nikel. Pada tahun 2022, bauksit harus diolah di dalam negeri. “Terkait menghentikan ekspor bauksit dan tembaga mentah serta mendorong hilirisasinya adalah amanat UU Minerba. Secara bertahap ini harus disiapkan dan diimplementasikan,” ujar dia.

Berdasarkan data dari hasil penyelidikan Badan Geologi Kementerian ESDM pada 2019-2020, disebutkan bahwa keterdapatan dan potensi LTJ di Indonesia dijumpai di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi dengan berbagai jenis endapan.

Di Sumatera diperkirakan memiliki sumber daya mendekati 20.000 ton berupa endapan laterit, yaitu di Sumatera Utara (Tapanuli Utara), sedangkan di bagian Sumatera lainnya ditemukan berupa lokasi-lokasi indikasi.

Sedangkan Bangka Belitung dijumpai bersama dengan endapan Timah. Ketersediaan sumber daya LTJ dalam bentuk mineral monasit lebih dari 186.000 ton, berupa Xenotim lebih dari 20.000 ton dalam endapan alluvial timah. Adapun di Kalimantan, terutama Kalimantan Barat, memiliki potensi LTJ tipe laterit sebesar 219 ton, sedangkan di Sulawesi, sumber daya LTJ jenis laterit sekitar 443 ton.

Mengutip data Pusat Sumber Daya Mineral Batu bara dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi, selain di Sidoarjo, terdapat 28 lokasi lain di Indonesia yang memiliki potensi logam tanah jarang. Di antaranya 16 lokasi di Sumatera, tujuh lokasi di Kalimantan, tiga lokasi di Sulawesi dan dua lokasi di Pulau Jawa.

Sekadar diketahui, logam tanah jarang merupakan bahan baku utama sejumlah produk teknologi seperti smartphone, satelit, hingga peralatan militer. Logam jenis ini kini menjadi rebutan sejumlah negara industri seperti China dan Amerika Serikat.
Jauh sebelum rare earth ramai diperbicangkan, di Indonesia sebenarnya telah banyak ditemukan cadangan mineral penting yang berperan dalam industri manufaktur. Sebut saja nikel, timah, bauksit hingga tembaga. Dari sejumlah mineral tersebut, ada yang sudah diproduksi dan mayoritas di ekspor secara mentah.

Data Kementerian ESDM menyebutkan, sepanjang 2021 produksi tembaga Indonesia mencapai 289.500 ton, emas 79 ton, perak 397 ton, timah 34.500 ton, feronikel 1,58 juta ton dan pig iron 799.000 ton. Akan tetapi, untuk mineral tanah jarang memang belum terlalu banyak diketahui masyarakat awam.

Sekretaris Perusahaan PT Timah (Tbk) Muhammad Zulkarnaen mengatakan, perseroan bersama MIND ID selalku induk holding pertambangan BUMN, terus melakukan upaya percepatan pengembangan logam tanah jarang (LTJ). Langkah ini dimulai dari pengumpulan data sumber daya berdasarkan kegiatan eksplorasi sampai diperolehnya kepastian pemenuhan keberlanjutan usaha yang bekerjasama dengan institusi terkait. Teknologi yang digunakan dalam pengolahan LTJ merupakan teknologi yang tertutup dan strategis secara geopolitik.

"Oleh karena itu, fokus proyek di PT Timah saat ini melakukan pemilihan teknologi dan technology provider. Pemilihan teknologi ini tentu berkaitan juga dengan parameter ramah lingkungan, yield product antara intermediate ataupun hilir, proven reliability dalam pengembangan, serta tentu saja harus bankable,"tuturnya.

Dia menambahkan, pada 2015 silam perseroan telah membuat pilot plant pengolahan monasit menjadi ‎rare hydroxide (REOH) yang berada di Tanjung Ular, Bangka Barat. Adapun saat ini PT Timah sedang mencoba mengoptimalkan perbaikan proses dan kualitas produk pilot plant REOH dengan mengkomparasikan teknologi yang dikembangkan di Pusat Teknologi Bahn Galian Nuklir (PTBGN) serta Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Meski demikian, diakui Zulkarnaen bahwa pihaknya masih kesulitan menghasilkan LTJ karena keterbatasan informasi dan teknologi. Sekadar diketahui, saat ini teknologi komersial pengelola monasit masih dikuasai China, sehingga sangat sulit memperoleh teknologi pengolahan monasit secara komersial.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
10 Tambang Batu Bara...
10 Tambang Batu Bara Terbesar di Dunia, Indonesia Menyumbang 4 Lokasi
Kejagung Bongkar Modus...
Kejagung Bongkar Modus Rekayasa Uji Lab untuk Ekspor Ilegal Logam Tanah Jarang
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
Rekomendasi
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Sentul Drag Record Simpati...
Sentul Drag Record Simpati 5G Akhir Pekan Ini Hadir dengan Konsep Baru
Berita Terkini
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved