Saatnya Mengolah Hasil Tambang

Selasa, 25 Januari 2022 - 11:03 WIB
loading...
A A A
"Untuk itu, perlu dukungan pemerintah untuk memperoleh teknologi hilirisasi selanjutnya," ungkapnya.

Di sisi lain, Kementrian ESDM mendorong PT Timah untuk bisa memproduksi logam tanah jarang karena perusahaan dinilai memiliki upaya dan strategi tersendiri seperti melakukan eksplorasi terutama dalam menambah inventori."Rare earth ini adalah kandungan mineral ikutan, jadi kita utamanya bukan mencari rare earth tapi mencari timah yang hasil ikutannya kita kumpulkan sebagai inventori,"jelasnya.

Proses pengolahan rare earth sendiri pun cukup panjang, mulai memecah menjadi oxide lalu menjadi logam, sampai akhirnya menjadi magnet. PT Timah pun tetap mendorong hilirisasi. Hal ini dibuktikan dengan membangun pabrik yakni mendirikan perusahaan industri timah di Cilegon, Banten, yang bertujuan melakukan hilirisasi produk logam timah. Di pabrik tersebut, perseroan memproduksi tin chemical dan solder yang telah dijual ke Vietnam pada semester II/2021. Tidak hanya berhenti di situ, PT Timah juga terus melakukan penetrasi kepada para end user di Jawa Timur.

Pengamat ekonomi energi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti mengatakan, dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya mineral di Tanah Air, diperlukan beberanya strategi. Di antaranya; Pertama, harus diketahui bagaimana posisi cadangan yang dimiliki. Dia menyebut hal itu sebagai strategi stockpiling geopolitical power.

Langkah ini untuk melihat seberapa besar komoditas tersebut memiliki nilai, khususnya bagi Indonesia dan pasar global yang akan menjadi bargaining power untuk transfer teknologi atau kekuatan politik. “Jika value komoditas kita besar dan dapat memberikan kekuatan geopolitik, misalnya komoditas tambang atau migas yang tidak semua negara memiliki dan sifat komoditas tersebut tidak terbarukan, maka kebijakan manajeman produksi komoditas Indonesia mengarah kepada stockpiling market management,” kata Yayan.

Dia menambahkan, konsep ini artinya selama komoditas tersebut cepat habis dan memiliki nilai, maka harus menjaga cadangan dari komoditas tersebut agar tidak cepat habis dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. “Akan tetapi, kebijakan manajemen sumber daya alam kita pada saat ini cenderung untuk eksploitasi sumber daya” tukasnya.

Strategi lain yang bisa dilakukan adalah menerapkan konsep weak sustainability. Maksudnya, dengan cara mensubtitusi sumber daya yang hilang dengan sumber daya lain yang bisa memiliki nilai tambah yang sama.Akan tetapi, jika kebijakan pengelolaan sumber daya alam tidak ke arah keduanya maka akan lebih baik apabila menggunakan sumber daya yang memberikan multiplier effect ke seluruh pelaku ekonomi.“Misalnya eksploitas mineral itu akan menumbuhkan sektor turunan baik hilir atau hulu dengan multiplier effect di atas 3 atau 4 kali lipat dari industri tersebut,” katanya.

Dia berpendapat, apabila larangan ekspor seperti yang ditetapkan pemerintah saat ini bersifat stockpiling management untuk kepentingan masyarakat, hal itu sangat baik karena akan memberikan geopolitical power ke negara lain.

“Akan tetapi, jika kebijakan ini tidak didukung dengan pengembangan industri domestik itu tidak terlalu baik, justru akan memberikam dampak negatif misal adanya tindakan ilegal lainnya karena penciptaan multiplier effect di domestik tidak berkembang,” katanya.

Menurut Yayan, untuk mengakselerasi pemanfaatan sumber daya alam mineral agar industri di dalam negeri tumbuh, kuncinya adalah kolaborasi dan transfer teknologi. Kolaborasi global ini dapat dengan menjadikan sebagai upaya agar ada transfer teknologi dengan melakukan joint investment agar pengembangan industri bisa beriringan dengan industri domestik.

“Jangan sampai seperti sumber daya migas seperti dahulu di mana transfer teknologinya sangat terbatas, dan mereka mau transfer ketika sumberdaya kita mendekati marjinal” tegasnya.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Larangan Angkutan Batubara...
Larangan Angkutan Batubara di Sumsel Bisa Digugat ke PTUN
IAGL ITB Dorong Pemerintah...
IAGL ITB Dorong Pemerintah Gedor Lifting dan Ekosistem Industri Baterai Nikel
Distribusi Batubara...
Distribusi Batubara Tersendat di Sumsel, Stabilitas Listrik Dipertaruhkan
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Rekomendasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved