Soal Harga DMO Batu Bara USD70, Drijen ESDM: PLN Itu Bisnis Subsidi

Kamis, 27 Januari 2022 - 22:18 WIB
loading...
Soal Harga DMO Batu...
Harga DMO batu bara USD70 diminta tak dipersoalkan lagi. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah menetapkan harga jual batu bara domestic market obligation (DMO) untuk pembangkit listrik sebesar USD70 per ton. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan, harga USD70 per ton merupakan keputusan sidang kabinet.

Baca juga: Patuh Aturan DMO, 171 Perusahaan Boleh Ekspor Batu Bara Lagi

Saat ini memang pada beberapa usulan yang dinamis terkait harga batu bara untuk DMO. Munculnya usulan karena adanya disparitas antara harga jual batu bara DMO dengan harga batu bara di pasaran global.

Menurut Ridwan, ada pendapat dari DPR yang menyebutkan bahwa harga USD70 per ton bagi PLN merupakan harga yang pantas. DPR menilai rakyat Indonesia berhak mendapatkan harga yang lebih murah daripada batu bara dijual ke luar negeri.

Ada pula yang menyatakan penetapan harga USD70 per ton ini menimbulkan gangguan terhadap bisnis batu bara karena harga yang ditetapkan berbeda dengan harga pasar.

"Harus kita pahami juga bahwa bisnis PLN itu memang bisnis subsidi. Bisnis yang tidak sama dengan mekanisme pasar. Jadi tidak sepenuhnya tepat jika ini dianggap disrupsi untuk pasar," ujarnya dalam IDX Channel Special Dialogue, Kamis (27/1/2022).



Ridwan melanjutkan, ada juga usulan agar harga batu bara DMO dibeli PLN dengan harga pasar. Selisih harga USD70 per ton dengan harga pasar akan ditanggung bersama oleh pengusaha berupa iuran badan layanan umum pungutan batu bara. Hal itu menjadi sebuah pendapat yang saat ini sedang digodok.

"Saya bicara terbuka dengan PLN. Harga USD70 saja PLN bayarnya lama. Apalagi PLN membayar harga USD150 misalnya, akan lebih lama lagi. Apakah para pengusaha mau?" tuturnya.

Di sisi lain, untuk melakukan iuran pungutan batu bara harus ada dasar hukum. "Sepengetahuan kami untuk memungut iuran dari masyarakat itu harus berdasarkan undang-undang. Sekarang kita belum punya undang-undang untuk memungut iuran dari pengusaha batu bara. Itu juga sebuah aspek legal yang harus kita antisipasi," jelas Ridwan.

Menurut dia, harga DMO batu bara ini bukan masalah besar yang harus dicari solusinya. Sebab, pengusaha boleh memproduksi 100%, tetapi 25% dijual ke dalam negeri dengan harga tersebut.

Baca juga: Jaksa Agung Sebut Koruptor di Bawah Rp50 Juta Tak Perlu Dipenjara

"Ini soal kepatuhan saja. Jadi kalau mau mencari jalan sederhana pun tidak sederhana. Setiap bulan kami pantau. Kalau perusahaan sudah memenuhi kewajibannya, silakan ekspor. Kalau belum tunggu dulu," jelasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
BLU Bisa Impor Minyak...
BLU Bisa Impor Minyak saat Pasokan Global Seret, Lemigas Salah Satunya
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
Tinjauan ke Lampung,...
Tinjauan ke Lampung, Ali Masykur Musa Dorong Layanan infrastruktur EV Makin Andal
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rekomendasi
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
DPRD Kota Tangerang...
DPRD Kota Tangerang Matangkan Raperda Penyelenggaraan Transportasi
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved