Mengungkap Urgensi Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur

Sabtu, 29 Januari 2022 - 08:42 WIB
loading...
Mengungkap Urgensi Pemindahan...
Wamen ATR, Surya Tjandra menjelaskan soal urgensi terkait dengan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur, serta menurutnya dari segi perencanaan selalu ditemukan blind spot atau masalah-masalah yang timbul. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Surya Tjandra mengatakan, urgensi terkait dengan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur , di antaranya kelangkaan air bersih di Jawa yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2040-2045 mendatang. Disamping itu juga ada ancaman bencana alam, dan geopolitik.

"Konsekuensi lain di Jawa juga tanahnya sangat subur dibanding pulau lain, tapi secara umum sudah banyak sekali orang, sementara ketersediaan lahan juga sangat terbatas. Kita perlu membayangkan ada tempat lain yang bisa dibangun menjadi satu lokasi pembangunan baru, centre of gravity yang baru," ujar Surya Tjandra pada keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Pindah Ibu Kota, Pemerintah Cuma Bisa Manfaatkan Aset Negara Rp300 Triliun

Menurut Surya Tjandra, pembangunan IKN baru memang perlu menjadi perhatian semua pihak karena dari segi perencanaan selalu ditemukan blind spot atau masalah-masalah yang timbul ketika isu tersebut diangkat.

Menurutnya pembangunan daerah penyangga Ibu Kota Baru dipandang penting karena harapannya ada pemerataan pembangunan bagi daerah di sekeliling IKN. Sebab menurutnya perlu juga mendorong kawasan penyangga IKN yang memang bisa mendukung kebutuhan secara demografik, geografis IKN yang nantinya menjadi pusat ekonomi baru.

"Perlu juga infrastruktur pembangunan, kita butuh orang, kalau tidak apa gunanya pembangunan kalau tidak ada manfaat," lanjut Surya Tjandra.

Baca Juga: Pembangunan IKN Banyak Libatkan Swasta, Pengamat: Bukan Nusantara, tapi Nusasewa

Salah satu contoh nyata dari pentingnya pembangunan daerah penyangga IKN, yaitu Kota Samarinda. Surya Tjandra menjelaskan sejak ditetapkan Kalimantan Timur sebagai IKN, investasi di beberapa daerah penyangga yang berdekatan dengan IKN mulai meningkat, namun investasi perlu disesuaikan dengan rencana tata ruang.

"Merubah itu butuh strategi, butuh pemahaman yang mendalam dari kepala daerah, juga timnya untuk menyiapkan itu secara seksama, rapih, dan tepat. Karena pada saat yang sama dituntut untuk menjaga kualitas dan daya dukung lingkungan yang memang alasan dipilihnya Kaltim karena dianggap lingkungannya masih bagus," ungkapnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menimbang Kemampuan...
Menimbang Kemampuan BUMD Mengelola Cadangan Migas di Blok Ganal
RI Temukan Cadangan...
RI Temukan Cadangan Gas Jumbo di Kalimantan Timur, Siap Produksi 2028
Tambang Ilegal Merajalela...
Tambang Ilegal Merajalela di Sekitar IKN, Kawasan Konservasi Dikeruk
Jejak Pembangunan IKN...
Jejak Pembangunan IKN Nusantara di 10 Tahun Pemerintahan Jokowi
PNS Batal Boyongan Pindah...
PNS Batal Boyongan Pindah ke IKN September, Jokowi: Tak Segampang yang Kita Bayangkan
PUPR Butuh Tambahan...
PUPR Butuh Tambahan Dana Rp57 triliun untuk Bangun Jalan dan Tol Bawah Laut IKN
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Forum Gerakan Moral...
Forum Gerakan Moral Pendidikan Kaltim Desak Kampus Bebas dari Politik Praktis
Kolaborasi ESG Dorong...
Kolaborasi ESG Dorong Gerakan Penghijauan di Tengah Pesatnya Pembangunan Kaltim
Rekomendasi
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved