Pupuk Batu Bara Karya Anak Bangsa Tembus Pasar Amerika

Rabu, 09 Februari 2022 - 15:36 WIB
loading...
Pupuk Batu Bara Karya...
Pelepasan ekspor perdana sebanyak 15 ton pupuk batubara ke Amerika Serikat (AS), Rabu (9/2/2022). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - PT Bursatani Global Niaga hari ini melepas ekspor 15 ton pupuk batu bara ke Amerika serikat (AS). Pupuk karya anak bangsa dengan merek dagang Glogens Carbontilizer untuk pasar Amerika ini sebelumnya telah mendapatkan paten dari pemerintah AS pada tahun 2020.

"Ekspor ke Amerika ini merupakan tonggak sejarah karena pupuk batu bara hasil karya anak bangsa telah diakui dunia dan digunakan di salah satu negara yang menjadi pusat pertanian dunia," ujar Ketua Umum FKDB Ayep Zaki yang juga mitra pembangunan pabrik pupuk batu bara yang pertama di Sukabumi, Rabu (9/2/2022).

Baca Juga: Petani Keluhkan Distribusi Pupuk Subsidi kepada Anggota DPRD Kobar

Direktur Utama PT Bursatani Global Niaga R Umar Hasan Saputra mengatakan, AS hanyalah salah satu negara yang mulai menggunakan pupuk batu bara. Bahkan, kata pencipta pupuk batu bara ini, AS akan membangun pabrik pertamanya di Nevada pada akhir tahun ini.

Saputra mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai pihak lain untuk mengembangkan pupuk ini di seluruh dunia. Di samping AS, tahun ini rencananya akan dibangun pabrik pupuk batu bara di berbagai negara lain, seperti Vietnam, Australia, Turki, Kuwait dan Malawi di Afrika.



Khusus untuk kepentingan pengembangan, riset ilmiah secara mendalam pada tanaman jagung dan kedelai saat ini sedang dilakukan oleh tim peneliti di Purdue University. "Sampai saat ini aplikasinya pada berbagai tanaman terus dicobakan dan hasilnya sangat positif," ungkapnya. Dia menambahkan, kelebihan dari pupuk batu bara adalah unsur hara yang sangat lengkap dan dapat memperbaiki kesuburan tanah.

Selain di Sukabumi, pabrik lain yang saat ini telah berdiri berlokasi di Klaten, bermitra dengan PT Casagro Futura Pratama. Presiden Direktur PT Casagro Futura Pratama Vito Tjahyadi mengatakan, kemitraan dalam membangun pabrik pupuk batu bara Futura didasari hasilnya yang sangat memuaskan.

Baca Juga: Eropa Rasakan Momen Paling Berbahaya Gara-gara Rusia dan Ukraina

Pupuk batu bara dinilai bisa menjadi solusi bagi menipisnya ketersediaan bahan baku pupuk konvensional saat ini. Pasalnya, deposit batu bara sebagai bahan baku pupuk ini sangat besar dan tersebar di banyak negara. Pupuk ini menurutnya dapat dibuat dalam waktu cepat dan masif dengan harga terjangkau.

"Hal ini karena hampir semua jenis batu bara dapat digunakan, tanpa melihat nilai kalori. Bahkan batu bara yang tidak dapat dijual sebagai sumber energi pun dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk," papar Saputra.

Mengenai hasilnya, pemilik kebun sawit anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Ade R Dermawan mengatakan, pupuk batu bara terbukti memperbaiki kesuburan lahan dan produktivitas tanaman sawit. "Dari hasil uji coba penggunaan pupuk batu bara, terjadi rata-rata kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 27%," ujarnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Rekomendasi
Jetour T1 Hadir Dua...
Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Infografis
Harga Batu Bara Sepekan...
Harga Batu Bara Sepekan Anjlok karena Permintaan Masih Lesu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved