Fokus Strategi Bisnis, Pemangkasan Direksi Bikin Pertamina Lebih Efisien
Sabtu, 13 Juni 2020 - 07:44 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/SINDOnews/Rina Anggraeni
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merombak jajaran direksi PT Pertamina (Persero) . Melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar secara virtual, Nicke Widyawati dipercaya kembali memimpin BUMN migas itu. Kementerian BUMN juga memutuskan untuk mengurangi jumlah direksi Pertamina dari 11 orang menjadi enam orang.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pertimbangan perampingan struktur termasuk pengurangan jumlah direksi Pertamina itu agar perusahaan tersebut lebih fokus pada strategi bisnisnya. “Rencana besar kita konsisten. Pertama, kita mau memastikan semua BUMN fokus bisnisnya,” tegas Erick di Jakarta kemarin.
Selain Nicke, direksi lain yang ditetapkan adalah Direktur Portofolio Strategi dan Pengembangan Usaha Iman Rachman, Direktur Keuangan Emma Sri Martini, Direktur Human Capital (SDM) Koeshartanto, Direktur Logistik dan Infrastruktur Terintegrasi Mulyono, serta Direktur Corporate Services Haryo Yuniarto. Sementara dewan komisaris tak mengalami perubahan. (Baca: Ini Alasan Erick Pangkas Jumlah Direksi Pertamina)
Erick mengatakan, perampingan struktur tersebut juga dikarenakan Kementerian BUMN akan membentuk subholding. Agar induk usaha lebih fokus dalam menjalankan bisnisnya, maka jumlah direksi harus disesuaikan. Dengan demikian, Pertamina dapat membangun bisnisnya dengan lebih baik lagi. “Yang di holding itu direksinya harus enam. Enggak boleh kebanyakan,” ucapnya.
Menurut Erick, dengan posisi Pertamina sebagai holding, maka anak dan cucu usaha perusahaan migas pelat merah tersebut akan dikonsolidasikan.”Sudah ada edaran, anak-cucu holding (Pertamina) itu harus dikonsolidasikan. Saya ingin memastikan tidak ada raja-raja kecil lagi,” ujarnya. (Lihat Foto: Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Barat Meluas)
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pertimbangan perampingan struktur termasuk pengurangan jumlah direksi Pertamina itu agar perusahaan tersebut lebih fokus pada strategi bisnisnya. “Rencana besar kita konsisten. Pertama, kita mau memastikan semua BUMN fokus bisnisnya,” tegas Erick di Jakarta kemarin.
Selain Nicke, direksi lain yang ditetapkan adalah Direktur Portofolio Strategi dan Pengembangan Usaha Iman Rachman, Direktur Keuangan Emma Sri Martini, Direktur Human Capital (SDM) Koeshartanto, Direktur Logistik dan Infrastruktur Terintegrasi Mulyono, serta Direktur Corporate Services Haryo Yuniarto. Sementara dewan komisaris tak mengalami perubahan. (Baca: Ini Alasan Erick Pangkas Jumlah Direksi Pertamina)
Erick mengatakan, perampingan struktur tersebut juga dikarenakan Kementerian BUMN akan membentuk subholding. Agar induk usaha lebih fokus dalam menjalankan bisnisnya, maka jumlah direksi harus disesuaikan. Dengan demikian, Pertamina dapat membangun bisnisnya dengan lebih baik lagi. “Yang di holding itu direksinya harus enam. Enggak boleh kebanyakan,” ucapnya.
Menurut Erick, dengan posisi Pertamina sebagai holding, maka anak dan cucu usaha perusahaan migas pelat merah tersebut akan dikonsolidasikan.”Sudah ada edaran, anak-cucu holding (Pertamina) itu harus dikonsolidasikan. Saya ingin memastikan tidak ada raja-raja kecil lagi,” ujarnya. (Lihat Foto: Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Barat Meluas)
Lihat Juga :