Harga Minyak Kembali Menghangat Saat Tensi Rusia-Ukraina Turun
Rabu, 16 Februari 2022 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
"Secara teknis kita bisa melihat harganya kembali ke USD90 per barel karena profit taking, tapi tren bullishnya akan lebih tinggi menuju USD100 karena ekonomi global tampaknya telah kembali ke jalurnya dan akan lebih banyak permintaan yang datang di tengah pasar yang ketat," kata Analis Probis Group, Jonathan Barratt, dilansir Reuters, Rabu (16/2/2022).
Kanselir Jerman Olaf Scholz dalam pembicaraannya dengan Presiden Vladimir Putin pada Selasa (15/2/2022) menyimpulkan bahwa dirinya melihat ada kesempatan untuk mengadakan lebih banyak diplomasi agar mencegah terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina.
Baca juga: Bukan Lawan Sebanding, Rusia Bisa Lenyapkan AU Ukraina dalam 3 Hari
"Pembicaraan antara Kanselir Jerman Scholz dan Presiden Putin mendukung ekspektasi pasar bahwa invasi Rusia tampaknya lebih kecil kemungkinannya," kata Analis OANDA, Edward Moya.
Kanselir Jerman Olaf Scholz dalam pembicaraannya dengan Presiden Vladimir Putin pada Selasa (15/2/2022) menyimpulkan bahwa dirinya melihat ada kesempatan untuk mengadakan lebih banyak diplomasi agar mencegah terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina.
Baca juga: Bukan Lawan Sebanding, Rusia Bisa Lenyapkan AU Ukraina dalam 3 Hari
"Pembicaraan antara Kanselir Jerman Scholz dan Presiden Putin mendukung ekspektasi pasar bahwa invasi Rusia tampaknya lebih kecil kemungkinannya," kata Analis OANDA, Edward Moya.
(uka)
Lihat Juga :