Tak Hanya Padi, Kini Bulog Siap Serap Jagung Petani
Kamis, 24 Februari 2022 - 20:57 WIB
loading...
A
A
A
“Dukungan produksi tahun 2022 yakni pengembangan jagung hibrida, kemudian budidaya jagung wilayah khusus, pengembangan jagung pangan serta di kawasan sentra produksi pangan/food estate,” jelasnya.
Adapun luas tanam jagung yang harus dicapai tahun 2022, kata Indra adalah sekitar 4,265,068 juta hektare (ha) dengan luas panen 4.117.497 ha dan produksi 23.103.448 ton.
Dean Novel, Direktur PT Datu Nusra Agrobisnis, salah satu koperasi jagung di Nusa Tenggara Barat, mengingatkan pemerintah berkaitan produksi jagung tahun ini yang berpotensi dapat terganggu sebagai dampak dari tingginya harga pupuk baik subsidi dan non subsidi.
Adapula gangguan hama tersebut juga pernah dialami para petani jagung tahun 2019 lalu di mana terdapat serangan hama ulat grayak yang menyebabkan petani jagung mengalami kerugian besar.
Dean mengatakan, ke depan, pengelolaan jagung nasional harus dilakukan dengan teknologi blockchain. Hal itu untuk menjaga kontinuitas produksi jagung karena permintaan akan jagung terjadi sepanjang tahun. “Sebab blockchain harus dibuat agar kita bisa menjawab permintaan yang butuhnya konsisten bukan situasional. Jadi era saat ini sudah bergeser,” ujar dia.
Adapun luas tanam jagung yang harus dicapai tahun 2022, kata Indra adalah sekitar 4,265,068 juta hektare (ha) dengan luas panen 4.117.497 ha dan produksi 23.103.448 ton.
Dean Novel, Direktur PT Datu Nusra Agrobisnis, salah satu koperasi jagung di Nusa Tenggara Barat, mengingatkan pemerintah berkaitan produksi jagung tahun ini yang berpotensi dapat terganggu sebagai dampak dari tingginya harga pupuk baik subsidi dan non subsidi.
Adapula gangguan hama tersebut juga pernah dialami para petani jagung tahun 2019 lalu di mana terdapat serangan hama ulat grayak yang menyebabkan petani jagung mengalami kerugian besar.
Dean mengatakan, ke depan, pengelolaan jagung nasional harus dilakukan dengan teknologi blockchain. Hal itu untuk menjaga kontinuitas produksi jagung karena permintaan akan jagung terjadi sepanjang tahun. “Sebab blockchain harus dibuat agar kita bisa menjawab permintaan yang butuhnya konsisten bukan situasional. Jadi era saat ini sudah bergeser,” ujar dia.
(dar)
Lihat Juga :