Hati-hati, Rupiah Diprediksi Bisa Tembus Rp15.000/Dolar di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina

Jum'at, 25 Februari 2022 - 08:04 WIB
loading...
Hati-hati, Rupiah Diprediksi...
Berkobarnya perang antara Rusia dan Ukraina mengancam pergerakan pasar mata uang negara-negara berkembang. Nilai mata uang rupiah menjadi salah satu instrumen yang terkena dampak. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Berkobarnya perang Rusia dan Ukraina mengancam pergerakan pasar mata uang negara-negara berkembang. Nilai mata uang rupiah menjadi salah satu instrumen yang terkena dampak menyusul penurunan -54 poin di posisi Rp14.391 per 1 dolar Amerika Serikat pada penutupan sesi terakhir.

"Jadi pada saat terjadi perang di Ukraina, yang terjadi itu dolar akan menguat tajam, dan ini berdampak terhadap mata uang rupiah. Nah, rupiah pun juga akan melemah," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (24/2/2022).

Baca Juga: Rusia-Ukraina Perang, Rupiah Hari Ini Ikut Meriang

Dolar sebagai salah satu aset safe haven akan menjadi tempat pelarian investor dari fluktuasi bursa ekuitas, dalam hal ini pasar saham. Pada sesi terakhir, IHSG ambruk -1,48% di 6.817 meski membaik di akhir sesi, menyusul bursa Asia lainnya.

Alhasil indeks dolar yang mengukur kinerja dolar terhadap mata uang utama akan terus menguat, yang terbukti dari kenaikan 1,23% di USD97,37 pada penutupan sesi terakhir. "Memang benar, pada saat terjadi perang, orang akan beralih, mengalihkan dananya dari saham, ke emas, kemudian ke treasuri, dan kemudian ke dolar," tutur Ibra.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Rekomendasi
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Terluka saat Hadang...
Terluka saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen: Darah Saya untuk Perjuangan
Berita Terkini
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Infografis
Ukraina Akui Jet tempur...
Ukraina Akui Jet tempur F-16 AS Tak Bisa Tandingi Su-35 Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved