Awal Tahun, Realisasi Belanja Negara di Sulsel Capai Rp3,03 Triliun

Jum'at, 25 Februari 2022 - 18:06 WIB
loading...
Awal Tahun, Realisasi...
DJPb Sulsel mencatat hingga 31 Januari 2022, realisasi belanja negara di Sulsel mencapai Rp3,03 triliun atau 6,26 persen dari pagu anggaran Rp48,35 triliun. Foto/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Realisasi belanja negara di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada awal tahun 2022 terus digenjot. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulsel , Syaiful, membeberkan hingga 31 Januari 2022, realisasi belanja negara di Sulsel mencapai Rp3,03 triliun atau 6,26 persen dari pagu anggaran Rp48,35 triliun.

Rinciannya, realisasi belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp538 miliar atau 2,86 persen dari pagu Rp18,85 triliun. Sedangkan realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa senilai Rp2,48 triliun atau 8,44 persen dari pagu Rp29,49 triliun.

Baca Juga: DJPb Sulsel Dampingi Pemkab Bulukumba dalam Pengelolaan Keuangan

"Kinerja penyerapan anggaran di awal-awal bulan ini memang masih cukup rendah, tapi kita berharap upaya akselerasi yang terus kita lakukan bersama stakeholder diharapkan mampu meningkatkan realisasi anggaran yang ada sehingga tidak menumpuk pada periode akhir tahun," jelas Syaiful saat konferensi pers, yang berlangsung secara daring, Jumat (25/2/2022).

Dia melanjutkan secara detail, realisasi belanja Pemerintah Pusat utamanya disumbang oleh belanja pegawai yang mencapai Rp441 miliar atau 5,21 persen dari pagu 8,48 triliun. "Realisasi pada belanja pegawai kita terjadi growth sebesar 2 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya," sebut Syaiful.

Adapun untuk belanja barang, serapan anggaran mencapai Rp79,59 miliar atau 1,07 persen dari pagu Rp7,40 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, realisasi ini kontraksi sebesar 3,25 persen.

Belanja barang utamanya terkait barang yang akan diserahkan kepada masyarakat atau Pemerintah Daerah, serta biaya operasional dan nonoperasional.

Selanjutnya, realisasi belanja modal terealisasi senilai Rp17,35 miliar atau 0,60 persen dari pagu Rp2,89 triliun. Lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya karena pada tahun 2021 terdapat realisasi pembayaran atas pekerjaan fisik yang selesai di tahun 2020 di Kementerian PUPR, berupa jalan, jaringan dan irigasi, yang tidak terjadi pada tahun 2022.

Syaiful melanjutkan, dari sisi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), realisasinya lebih tinggi 6,61 persen di awal tahun ini jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: DJPb Sulsel dan Pemkab Luwu Timur Jalin Kerja Sama Pengelolaan Keuangan

Penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) lebih tinggi karena terdapat kenaikan alokasi Tahun Anggaran (TA) 2022 dibandingkan dengan pagu awal DBH TA 2021 (Perpres 113/2020).

Sedangkan Penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) lebih tinggi dikarenakan kepatuhan daerah dalam menyampaikan syarat salur yang lebih baik. Lalu penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) DAK Fisik, DAK Non Fisik, serta Otsus & DIY belum ada penyaluran karena diperkirakan paling cepat dilakukan pada bulan Maret.

Untuk DAK Nonfisik, kata Syaiful, saat ini rekomendasi penyaluran Dana BOS dari Kemendikbud telah diproses untuk penyaluran bulan Februari. Lalu, penyaluran Dana Desa lebih rendah karena belum semua daerah mengajukan permohonan salur Dana Desa terkait dengan penetapan KPM BLT Dana Desa.

(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Defisit APBN Rp240,1...
Defisit APBN Rp240,1 Triliun Dinilai Sebagai Alarm Kebijakan, Haruskah Panik?
Kantongi Penerimaan...
Kantongi Penerimaan Pajak Rp394,8 T di Kuartal I 2026, Purbaya: Strategi Kita Mulai Berhasil
Mitigasi Risiko Fiskal,...
Mitigasi Risiko Fiskal, Ekonom Ungkap Peran Krusial Belanja Lain-Lain dalam APBN Sebagai Bantalan
Defisit APBN Februari...
Defisit APBN Februari 2026 Sentuh Rp135,7 Triliun, Begini Penjelasan Purbaya
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Rekomendasi
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Sempat Dilarang di Qatar...
Sempat Dilarang di Qatar 2022, Kenapa FIFA Izinkan Bendera LGBT Masuk Stadion Piala Dunia 2026?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Berita Terkini
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved