Grand Sahid Jaya Raup Pendapatan Rp60,7 Miliar di 2021

Selasa, 01 Maret 2022 - 23:51 WIB
loading...
Grand Sahid Jaya Raup...
Tingkat okupansi jaringan hotel berangsur membaik dalam satu tahun terakhir. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Grand Sahid Jaya menutup tahun 2021 dengan pendapatan sebesar Rp 60,7 miliar meningkat 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 44 miliar.

Wakil Direktur Utama Sahid Jaya International Ratri Sryantoro Wakeling mengatakan laba operasi kotor dilaporkan turut meningkat 232 persen menjadi Rp 20 miliar dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Tak hanya itu, Grand Sahid Jaya secara konsisten mencatat occupancy rate yang sama atau lebih tinggi daripada tolak ukur industri. Sementara itu, tingkat hunian hotel berada di angka 34 persen berhasil melampaui target perseroan.

"Kami bersyukur di tengah berbagai tantangan ekonomi selama tahun 2021 kepercayaan konsumen kami terus meningkat," ujar Ratri saat konferensi pers secara virtual, di Jakarta, Selasa (1/3/2022).

Baca Juga: Sahid Hadirkan Teknologi Automated Robot Food Server dan Inovasi Baru

Menurut dia selama tahun 2021, unit usaha Grand Sahid Jaya berhasil melakukan perluasan income stream dari yang sebelumnya hanya berfokus pada akomodasi. Hal ini terbukti di mana revenue F&B naik di kisaran 13,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pada tingkat granular, Average Room Rate (ARR) juga mengalami perbaikan dengan adanya peningkatan keuntungan sebesar 44 persen. Menurutnya, penguatan visi Grand Sahid Jaya sebagai wedding destination bagi warga Jakarta juga terefleksi oleh tercatatnya peningkatan 300 persen inquiries sejak renovasi ballroom tahun lalu.

Sahid optimistis tahun ini akan menjadi tahun pemulihan melalui berbagai perluasan income stream yang dilakukan Grand Sahid Jaya, seperti peluncuran kembali restoran Golden Dragon dan Solo Lounge. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang hotel dan properti, perseroan juga mengelola hampir 4.000 kamar melalui Sahid Hotels & Resorts yang merupakan perusahaan seinduk.

Pendapatan agregat seluruh hotel yang dikelola melalui Sahid Hotels & Resorts meningkat 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan laba usaha bruto (EBITDA) semua hotel yang dikelola Sahid Hotels & Resorts meningkat 94,85 persen.

Baca Juga: Implementasi Hybrid Learning, Politeknik Sahid Jakarta Luncurkan Smart Classroom

"Tingkat okupansi jaringan Sahid Hotels & Resorts berangsur membaik dalam satu tahun terakhir. Hal ini dicapai dengan beragam strategi dan inovasi produk baru yang kami lakukan untuk mempertahankan bisnis di tengah kondisi pandemi Covid-19," kata dia.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prospek Kian Cerah,...
Prospek Kian Cerah, Pendapatan Sektor Properti di Bali Capai Rp2,7 Triliun
Ekspansi, Sahid Group...
Ekspansi, Sahid Group Kelola 3 Properti Baru di Cianjur, Banyuwangi dan Bandara Soetta
Tembus Rp2,8 Triliun,...
Tembus Rp2,8 Triliun, SII Raup Pendapatan Tertinggi di 2022
Naik 15%, Pendapatan...
Naik 15%, Pendapatan BUMN Capai Rp730 Triliun di Kuartal I 2023
Lampaui Target, RMKE...
Lampaui Target, RMKE Kantongi Pendapatan Rp2,7 Triliun di 2022
Penjualan Listrik Meningkat,...
Penjualan Listrik Meningkat, PLN Bukukan Pendapatan Rp455 Triliun
Realisasi Pendapatan...
Realisasi Pendapatan DKI Jakarta Tahun 2022 Naik Rp1,8 Triliun
Raih Kinerja Solid,...
Raih Kinerja Solid, Pendapatan XL Axiata Tumbuh Menjadi Rp21,6 Triliun
Erick Thohir Beberkan...
Erick Thohir Beberkan Strategi Pendapatan BUMN Capai Rp2.292 Triliun
Rekomendasi
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Berita Terkini
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved