Erick Thohir Beberkan Strategi Pendapatan BUMN Capai Rp2.292 Triliun
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 07:17 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir.
A
A
A
JAKARTA - Di tengah pandemi global, kinerja BUMN pada 2021 menunjukkan capaian cukup positif. Capaian tersebut lantaran implementasi agenda transformasi BUMN .
Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, implementasi transformasi tidak hanya bisnis model, human capital atau sumber daya manusia (SDM), dan bisnis proses, tapi juga transformasi melalui laporan keuangan yang terkonsolidasi.
"Sebagai BUMN penting sekali punya buku yang bisa kita baca bersama-sama. Ini merupakan bagian dari transparansi dan good corporate governance yang kita ciptakan selalu, karena keterbukaan itu menjadi penting,” ungkap Erick dikutip Jumat (30/9/2022).
Baca juga: Perubahan Status Bank Syariah Indonesia Menjadi BUMN Sudah di Ujung
Laporan tahunan keuangan konsolidasi, lanjut Erick, bertujuan mengidentifikasi kinerja BUMN. Sekaligus, berfungsi sebagai early warning system untuk melihat dan memprediksi keberlanjutan strategi BUMN ke depannya.
Erick mengklaim transformasi BUMN mampu mendongkrak kinerja BUMN. Dia mencatat ada angka-angka dalam laporan keuangan yang dapat dijadikan indikator, seperti peningkatan revenue, EBITDA margin, hingga penurunan rasio utang terhadap total investasi.
Sepanjang 2021, terjadi peningkatan revenue sebesar 18,8% menjadi Rp2.292,5 triliun. Angka ini naik signifikan bila dibandingkan dengan APBN.
Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, implementasi transformasi tidak hanya bisnis model, human capital atau sumber daya manusia (SDM), dan bisnis proses, tapi juga transformasi melalui laporan keuangan yang terkonsolidasi.
"Sebagai BUMN penting sekali punya buku yang bisa kita baca bersama-sama. Ini merupakan bagian dari transparansi dan good corporate governance yang kita ciptakan selalu, karena keterbukaan itu menjadi penting,” ungkap Erick dikutip Jumat (30/9/2022).
Baca juga: Perubahan Status Bank Syariah Indonesia Menjadi BUMN Sudah di Ujung
Laporan tahunan keuangan konsolidasi, lanjut Erick, bertujuan mengidentifikasi kinerja BUMN. Sekaligus, berfungsi sebagai early warning system untuk melihat dan memprediksi keberlanjutan strategi BUMN ke depannya.
Erick mengklaim transformasi BUMN mampu mendongkrak kinerja BUMN. Dia mencatat ada angka-angka dalam laporan keuangan yang dapat dijadikan indikator, seperti peningkatan revenue, EBITDA margin, hingga penurunan rasio utang terhadap total investasi.
Sepanjang 2021, terjadi peningkatan revenue sebesar 18,8% menjadi Rp2.292,5 triliun. Angka ini naik signifikan bila dibandingkan dengan APBN.
Lihat Juga :