Miris, 60% Subsidi LPG Dinikmati Orang Kaya, DEN: Sudah Lama Terjadi
Rabu, 02 Maret 2022 - 12:41 WIB
loading...
Kenaikan harga LPG nonsubsidi dikhawatirkan membuat pelanggan bermigrasi dan menggunakan gas melon atau elpiji subsidi 3 Kg untuk kebutuhannya. Namun DEN mengungkapkan, kebiasaan ini sudah lama. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kenaikan harga LPG nonsubsidi dikhawatirkan membuat pelanggan bermigrasi dan menggunakan gas melon atau elpiji subsidi 3 Kg untuk kebutuhannya. Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto menyebut, migrasi ini sebenarnya sudah terjadi sekian lama.
Hal ini dibuktikan dari data Pertamina yang menunjukkan, 93% LPG yang beredar di masyarakat adalah LPG 3 kg. Baca Juga: Daftar Lengkap Kenaikan Harga Gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg di Seluruh Indonesia
"Padahal kan di LPG-nya tertulis untuk orang miskin, orang miskin di kita kan sekitar 20%-an saja. Jadi 60% itu tidak tepat sasaran karena orang yang mampu ikut menikmati," ujar Djoko dalam IDX Channel Market Review, Rabu (2/3/2022).
Lebih lanjut, apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19, kemungkinan masyarakat mampu sudah banyak yang menikmati LPG bersubsidi ini. Ditambah lagi, tidak diketahui data pembeli LPG 3 kg karena subsidi gas ini bersifat terbuka.
"Jadi kita sejak lama sudah beralih sebenarnya, apalagi dengan kondisi seperti ini," ungkap Djoko.
Hal ini dibuktikan dari data Pertamina yang menunjukkan, 93% LPG yang beredar di masyarakat adalah LPG 3 kg. Baca Juga: Daftar Lengkap Kenaikan Harga Gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg di Seluruh Indonesia
"Padahal kan di LPG-nya tertulis untuk orang miskin, orang miskin di kita kan sekitar 20%-an saja. Jadi 60% itu tidak tepat sasaran karena orang yang mampu ikut menikmati," ujar Djoko dalam IDX Channel Market Review, Rabu (2/3/2022).
Lebih lanjut, apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19, kemungkinan masyarakat mampu sudah banyak yang menikmati LPG bersubsidi ini. Ditambah lagi, tidak diketahui data pembeli LPG 3 kg karena subsidi gas ini bersifat terbuka.
"Jadi kita sejak lama sudah beralih sebenarnya, apalagi dengan kondisi seperti ini," ungkap Djoko.
Lihat Juga :