Beban Subsidi Makin Berat, Program Kompor Listrik Dinilai Butuh Regulasi Segera
Jum'at, 04 Maret 2022 - 18:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Perang Rusia Ukraina Bikin Beban Subsidi BBM, LPG hingga Listrik Membengkak
Direktur Eksekutif The Jokowi Center itu menyatakan, memasak dengan kompor LPG lebih mahal dibandingkan dengan kompor listrik /induksi, yaitu 1 Kg LPG setara dengan 7,18 Kwh, maka biaya memasak dengan LPG non subsidi sebesar Rp. 13.500. Sedangkan memasak dengan kompor induksi hanya Rp. 10.387, terjadi penghematan sebesar Rp. 3.113 Kg/Kg LPG.
"Ironisnya sampai saat ini program konversi kompor LPG ke induksi belum ada aksi nyata, masih sebatas wacana di Kementerian ESDM. Keadaan tersebut mengindikasikan Kementerian ESDM tidak serius merespons arahan Presiden Jokowi," tegas Teuku Neta.
Direktur Eksekutif The Jokowi Center itu menyatakan, memasak dengan kompor LPG lebih mahal dibandingkan dengan kompor listrik /induksi, yaitu 1 Kg LPG setara dengan 7,18 Kwh, maka biaya memasak dengan LPG non subsidi sebesar Rp. 13.500. Sedangkan memasak dengan kompor induksi hanya Rp. 10.387, terjadi penghematan sebesar Rp. 3.113 Kg/Kg LPG.
"Ironisnya sampai saat ini program konversi kompor LPG ke induksi belum ada aksi nyata, masih sebatas wacana di Kementerian ESDM. Keadaan tersebut mengindikasikan Kementerian ESDM tidak serius merespons arahan Presiden Jokowi," tegas Teuku Neta.
(akr)
Lihat Juga :