Harga Pangan Naik Berjamaah, Ini Kata Mantan Wamendag

Jum'at, 04 Maret 2022 - 22:16 WIB
loading...
Harga Pangan Naik Berjamaah,...
Pakar Agribisnis dari IPB University yang juga mantan Wamendag Bayu Krisnamurthi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari minyak goreng, kedelai, cabai, hingga daging sapi.

Tak sekadar naik harga, bahan kebutuhan pokok tertentu seperti minyak goreng bahkan sempat mengalami kelangkaan. Masyarakatpun mengeluh karena barang pokok serba mahal di tengah situasi pandemi yang memukul sendi-sendi perekonomian.

Pakar Agribisnis dari IPB University Bayu Krisnamurthi mengatakan, kondisi seperti ini tentu tidak diinginkan oleh siapa pun. Hanya saja, kondisi dunia yang memicu harga komoditi melonjak hingga berdampak pada pasar dalam negeri. Ditambah lagi pecahnya perang Rusia-Ukraina yang turut berdampak.

Baca juga: Raksasa Mebel IKEA Tutup Gerai di Rusia, Masyarakat Kalap Serbu Toko

"Seperti yang dikatakan presiden, kita berada di masa yang serba susah, ketidakpastian tinggi, dan harga-harga komoditi naik secara global. Pandemi masih berlangsung, ada krisis Ukraina dengan kekhawatiran perang dunia," ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Jumat (4/3/2022).

"Saya kira peringatan presiden itu untuk semua kementerian dan semua pihak," sambung wakil menteri perdagangan (Wamendag) di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Menurut Bayu, dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang paling cepat merasakan dampaknya lantaran tugasnya berhubungan dengan keberlangsungan hidup rakyat Indonesia. "Dan memang yang paling cepat dan signifikan pengaruhnya terasa di perdagangan," tuturnya.

Diketahui bersama, selama masa pandemi, sektor perdagangan terkena imbas paling cepat, di mana harga sejumlah komoditi merangkak naik, di antaranya minyak sawit mentah/CPO, kedelai, daging sapi, dan bahan pangan pokok lainnya.

Baca juga: Sempat Cetak Rekor, Harga CPO Anjlok 8 Persen di Sesi Jumat Siang

Pemerintah berupaya meredamnya melalui berbagai kebijakan. Di antaranya Domestic Market Obligation ( DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) guna menjamin pasokan minyak goreng di dalam negeri dengan harga yang stabil dan terjangkau.

"Kebijakan yang dilakukan, DMO dan DPO, berimplikasi mengubah nyaris total struktur dan perilaku bisnis minyak goreng dalam negeri. Tujuannya baik dan penting yaitu membuat harga minyak goreng dalam negeri tidak terpengaruh harga CPO internasional," bebernya.

Meskipun demikian, lanjut dia, pelaku usaha membutuhkan waktu dan proses untuk melakukan penyesuaian diri atas struktur baru itu.



"Melihat situasi yang kompleks, cepat, dan tidak pasti dengan fenomena utama berupa kenaikan harga-harga tersebut, maka sangat sulit merumuskan kebijakan responnya," tutupnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Bahan Baku Plastik Langka,...
Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Sibuk Cari Sumber Pasokan Alternatif ke 3 Negara
Inflasi Maret 2026 Sentuh...
Inflasi Maret 2026 Sentuh 0,41%, BPS Sebut Terkendali
Jaga Harga Usai Lebaran,...
Jaga Harga Usai Lebaran, 100 Ribu Bantuan Pangan Disalurkan
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
Momen Krisdayanti Duet...
Momen Krisdayanti Duet Bareng Wamendag hingga Wamen Isyana di Women's Inspiration Awards 2026
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Rekomendasi
EJAE Curi Perhatian...
EJAE Curi Perhatian di Pembukaan Piala Dunia 2026, Bawakan Lagu Resmi FIFA dalam Bahasa Korea
Resmi Rujuk, Pihak Clara...
Resmi Rujuk, Pihak Clara Shinta Sebut Ada Konsekuensi Jika Suami Langgar Perjanjian Damai
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved