Dorong Pemulihan Global, Airlangga Sambut Saran dan Dukungan dari C20
Senin, 07 Maret 2022 - 23:49 WIB
loading...
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya secara virtual pada acara Civil 20 (C20) Kick Off Ceremony and Meeting di Bali, Senin (7/3/2022). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Dalam rangka menyukseskan Presidensi G20 Indonesia, dukungan dan masukan dari berbagai kelompok masyarakat sipil sangat penting terutama dalam menghadapi tantangan saat ini.
Dengan mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia siap memimpin negara maju dan berkembang dalam menjadikan pemulihan global sebagai tujuan bersama.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada acara Civil 20 (C20) Kick Off Ceremony and Meeting di Bali mengatakan, tanpa kolaborasi atau kerja sama, pemulihan ekonomi global tidak akan merata.
“Kick-off meeting C20 mengusung tagline yang tepat yaitu Listening to the World. Ketika anda mendengarkan dunia, anda akan merangkul inklusivitas. Maka anda mewakili yang belum pernah terdengar dan yang kurang terwakili,” ujarnya dalam sambutan secara virtual, Senin (7/3/2022).
Baca juga: Presidensi G20 Harus Jadi Momentum RI Menengahi Perang Rusia-Ukraina
Airlangga melanjutkan, akses yang sama ke vaksin juga akan memakan biaya dan tanpa kerjasama tidak akan ada perdamaian, pembangunan, dan kemakmuran.
Adapun prioritas C20 didukung oleh tujuh kelompok kerja yakni akses vaksin dan kesehatan global, kemudian lingkungan, keadilan iklim, dan transisi energi.
Selanjutnya SDGs dan kemanusiaan, pendidikan, digitalisasi, dan ruang sipil, kesetaraan gender, anti korupsi, serta perpajakan dan keuangan berkelanjutan.
Baca juga: Sri Mulyani Beberkan Alasan Perempuan Bisa Memimpin Lebih Baik
Pada dasarnya, prioritas C20 tersebut berkorelasi dengan agenda utama G20 Indonesia yakni dalam memperkuat arsitektur kesehatan global, mendorong transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi.
“Isu-isu ini tersebut tidak hanya penting bagi kita di Indonesia namun juga bagi masyarakat global, karena merupakan dasar bagi pemulihan pasca pandemi yang lebih kuat. Tentunya diharapkan solusi yang muncul dapat diimbangi dengan upaya untuk membawa hasil yang nyata sehingga masyarakat bisa mendapatkan keuntungan,” tuturnya.
Sebagai informasi, C20 merupakan engagement group yang lahir sebagai hasil Deklarasi G20 Seoul 12 tahun yang lalu. Kala itu, para pemimpin G20 memutuskan bahwa pemerintah perlu terlibat dengan organisasi masyarakat sipil untuk mencapai pemulihan krisis keuangan global yang lebih kuat. Sejak saat itu, C20 senantiasa memasok ide dan solusi kepada G20.
“Kami berharap untuk memberikan tidak hanya hasil berupa narasi tetapi juga yang nyata dan konkret. Untuk itu, saya menyambut baik saran dari C20 bagaimana kita bisa mencoba memberikan pendekatan baru dalam mendukung pemulihan dunia di tengah situasi yang luar biasa ini,” tutup Airlangga.
Dengan mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia siap memimpin negara maju dan berkembang dalam menjadikan pemulihan global sebagai tujuan bersama.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada acara Civil 20 (C20) Kick Off Ceremony and Meeting di Bali mengatakan, tanpa kolaborasi atau kerja sama, pemulihan ekonomi global tidak akan merata.
“Kick-off meeting C20 mengusung tagline yang tepat yaitu Listening to the World. Ketika anda mendengarkan dunia, anda akan merangkul inklusivitas. Maka anda mewakili yang belum pernah terdengar dan yang kurang terwakili,” ujarnya dalam sambutan secara virtual, Senin (7/3/2022).
Baca juga: Presidensi G20 Harus Jadi Momentum RI Menengahi Perang Rusia-Ukraina
Airlangga melanjutkan, akses yang sama ke vaksin juga akan memakan biaya dan tanpa kerjasama tidak akan ada perdamaian, pembangunan, dan kemakmuran.
Adapun prioritas C20 didukung oleh tujuh kelompok kerja yakni akses vaksin dan kesehatan global, kemudian lingkungan, keadilan iklim, dan transisi energi.
Selanjutnya SDGs dan kemanusiaan, pendidikan, digitalisasi, dan ruang sipil, kesetaraan gender, anti korupsi, serta perpajakan dan keuangan berkelanjutan.
Baca juga: Sri Mulyani Beberkan Alasan Perempuan Bisa Memimpin Lebih Baik
Pada dasarnya, prioritas C20 tersebut berkorelasi dengan agenda utama G20 Indonesia yakni dalam memperkuat arsitektur kesehatan global, mendorong transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi.
“Isu-isu ini tersebut tidak hanya penting bagi kita di Indonesia namun juga bagi masyarakat global, karena merupakan dasar bagi pemulihan pasca pandemi yang lebih kuat. Tentunya diharapkan solusi yang muncul dapat diimbangi dengan upaya untuk membawa hasil yang nyata sehingga masyarakat bisa mendapatkan keuntungan,” tuturnya.
Sebagai informasi, C20 merupakan engagement group yang lahir sebagai hasil Deklarasi G20 Seoul 12 tahun yang lalu. Kala itu, para pemimpin G20 memutuskan bahwa pemerintah perlu terlibat dengan organisasi masyarakat sipil untuk mencapai pemulihan krisis keuangan global yang lebih kuat. Sejak saat itu, C20 senantiasa memasok ide dan solusi kepada G20.
“Kami berharap untuk memberikan tidak hanya hasil berupa narasi tetapi juga yang nyata dan konkret. Untuk itu, saya menyambut baik saran dari C20 bagaimana kita bisa mencoba memberikan pendekatan baru dalam mendukung pemulihan dunia di tengah situasi yang luar biasa ini,” tutup Airlangga.
(ind)
Lihat Juga :