Konflik Rusia-Ukraina Picu Kenaikan Harga BBM dan LPG
Selasa, 08 Maret 2022 - 17:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Erdogan Siap Fasilitasi Penyelesaian Perang Rusia-Ukraina
Ekonom Universitas Hasanuddin, Hamid Paddu, menguraikan harga sejumlah komoditas, seperti minyak hingga hasil tambang memang telah melesat naik sejak akhir tahun 2021 lalu. Lalu diperparah dengan konflik Rusia dengan Ukraina.
"Dengan adanya perang Rusia-Ukraina , suplai minyak mentah mulai terganggu. Karena suplai terganggu, otomatis hukum pasar berlaku, akan lebih tinggi lagi harganya," sebut Hamid.
Dia melanjutkan, harga BBM utamanya nonsubsidi di Tanah Air sangat tergantung dengan harga minyak mentah dunia. Karena BBM yang dikonsumsi di Indonesia sangat tinggi kandungan impornya.
Artinya, bahan baku minyak yang dihasilkan di Indonesia memiliki kandungan oktan yang lebih rendah sehingga diekspor ke negara lain sebagai campuran. Meki demikian, sebagian minyak dengan oktan rendah tersebut tetap dipakai di Indonesia tapi lebih banyak campuran minyak mentah dengan oktan tinggi yang berasal dari luar negeri.
"Sehingga ketika harga minyak dunia bergerak, otomatis harga BBM non subsidi pasti akan bergerak karena mekanisme pasar, kecuali yang disubsidi pemerintah tentu akan ada penyesuaian," pungkas Hamid.
Ekonom Universitas Hasanuddin, Hamid Paddu, menguraikan harga sejumlah komoditas, seperti minyak hingga hasil tambang memang telah melesat naik sejak akhir tahun 2021 lalu. Lalu diperparah dengan konflik Rusia dengan Ukraina.
"Dengan adanya perang Rusia-Ukraina , suplai minyak mentah mulai terganggu. Karena suplai terganggu, otomatis hukum pasar berlaku, akan lebih tinggi lagi harganya," sebut Hamid.
Dia melanjutkan, harga BBM utamanya nonsubsidi di Tanah Air sangat tergantung dengan harga minyak mentah dunia. Karena BBM yang dikonsumsi di Indonesia sangat tinggi kandungan impornya.
Artinya, bahan baku minyak yang dihasilkan di Indonesia memiliki kandungan oktan yang lebih rendah sehingga diekspor ke negara lain sebagai campuran. Meki demikian, sebagian minyak dengan oktan rendah tersebut tetap dipakai di Indonesia tapi lebih banyak campuran minyak mentah dengan oktan tinggi yang berasal dari luar negeri.
"Sehingga ketika harga minyak dunia bergerak, otomatis harga BBM non subsidi pasti akan bergerak karena mekanisme pasar, kecuali yang disubsidi pemerintah tentu akan ada penyesuaian," pungkas Hamid.
(tri)
Lihat Juga :