Duh! Asia Jadi Wilayah Terbesar Ancaman Serangan Siber
Kamis, 10 Maret 2022 - 11:58 WIB
loading...
A
A
A
IBM Security X-Force juga mengamati adanya peningkatan serangan siber sebesar 33% yang disebabkan oleh eksploitasi kerentanan perangkat lunak yang merupakan titik masuk paling diandalkan oleh pelaku ransomware selama 2021. Hal tersebut merupakan penyebab dari 44% dari serangan ransomware.
Laporan X-Force tahun 2022 menjelaskan para pelaku ransomware berusaha untuk “meretakkan” tulang punggung rantai pasokan global dengan serangan terhadap manufaktur.
Menurut laporan tersebut, penjahat siber menyadari bahwa gangguan yang diberikan pada organisasi manufaktur akan menyebabkan rantai pasokan hilir menekan organisasi untuk membayar uang tebusan.
Baca juga: Lowongan Kerja Tentara Bayaran di Ukraina Dibuka, Gajinya Rp29 Juta Per Hari
Sebanyak 47% serangan siber terhadap manufaktur disebabkan oleh kerentanan unpatched software yang belum atau tidak bisa diatasi, sehingga hal ini menyoroti kebutuhan organisasi bisnis untuk memprioritaskan manajemen keamanan data miliknya.
Laporan X-Force tahun 2022 menjelaskan para pelaku ransomware berusaha untuk “meretakkan” tulang punggung rantai pasokan global dengan serangan terhadap manufaktur.
Menurut laporan tersebut, penjahat siber menyadari bahwa gangguan yang diberikan pada organisasi manufaktur akan menyebabkan rantai pasokan hilir menekan organisasi untuk membayar uang tebusan.
Baca juga: Lowongan Kerja Tentara Bayaran di Ukraina Dibuka, Gajinya Rp29 Juta Per Hari
Sebanyak 47% serangan siber terhadap manufaktur disebabkan oleh kerentanan unpatched software yang belum atau tidak bisa diatasi, sehingga hal ini menyoroti kebutuhan organisasi bisnis untuk memprioritaskan manajemen keamanan data miliknya.
(uka)
Lihat Juga :