Larang Ekspor Nikel hingga Bauksit, Jokowi Tak Takut Digugat

Jum'at, 11 Maret 2022 - 14:39 WIB
loading...
Larang Ekspor Nikel...
Jokowi menegaskan, bakal stop ekspor bahan mentah yang dimiliki Indonesia, mulai dari nikel, bauksit, tembaga hingga timah. Ia mengaku tak gentar meski digugat oleh Uni Eropa (UE) ke organisasi perdagangan dunia (WTO). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menegaskan, bakal stop ekspor bahan mentah yang dimiliki Indonesia. Dirinya tak takut meski telah digugat oleh Uni Eropa (UE) ke organisasi perdagangan dunia (WTO) .

Baca Juga: Industri Hilirisasi Nikel Dinilai Belum Siap

Jokowi mengatakan, bahwa Indonesia telah bertahun-tahun selalu menjadi pengekspor bahan mentah ke negara-negara lain. Dan Jokowi menyadari bahwa Indonesia tidak mendapatkan nilai tambah dari ekspor tersebut.

"Tidak mendapatkan value added apapun. Tapi sejak 2020 sudah saya sampaikan kepada seluruh menteri, satu-satu harus kita stop. Nikel stop. Tidak ada lagi yang namanya ekspor bahan mentah nikel . Raw material gak ada lagi diekspor. Nikel stop," ujar Jokowi dalam acara dies natalis ke 46 UNS yang disiarkan secara daring, Jumat (11/3/2022).

Setelah stop ekspor nikel, kata Jokowi, lalu muncul industrial down streaming, hilirisasi, industrialisasi pada 2021 kemarin. Dan bahan mentah tersebut telah diolah, ada yang hampir jadi dan jadi sehingga harga ekspornya naik.

"Baru satu yang namanya barang nikel padahal kita memiliki bauksit untuk alumina, tembaga, timah, emas dan komoditas-komoditas perkebunan dan pertanian. Betapa kalau ini satu persatu kita memiliki keberanian untuk bilang stop, munculnya angka-angka yang tadi saya sampaikan," kata Jokowi.

Menyetop ekspor barang mentah tersebut, kata Jokowi, juga dapat membuka lapangan kerja dan Kementerian Keuangan dapat memungut pajak.

"Tapi begitu kita bilang stop nikel, stop ekspor bahan mentah nikel, kita digugat ama uni eropa. Belum rampung sampai sekarang. Nggak apa-apa. Ini belum rampung, saya udah perintah lagi bauksit tahun ini stop biar digugat lagi," kata Jokowi.

Baca Juga: Setop Ekspor Bahan Mentah, Jokowi: Negara-Negara Maju Ngamuk Semua

"Bauksit stop tahun depan stop lagi tembaga atau timahnya biar digugat lagi. Nggak apa-apa digugatin terus, belum tentu kita kalah, tapi belum tentu juga kita menang tapi keberanian itu harus kita lakukan. Kalau kita enggak pernah mencoba, kita enggak akan tahu kita menang atau kalah, kita benar atau enggak bener, Tapi yang ini bener. Stop itu benar. Kita tahu karena dari Rp 15 triliun melompat menjadi Rp 300 triliun," tambahnya

Menurut Jokowi pemberhentian ekspor bahan mentah juga berdampak pada investasi dalam negeri yang akan naik tinggi sekali. Pada saat menyampaikan pidato pada G20 di Italia, Jokowi menyebut Indonesia ini tidak pernah tertutup pada negara-negara yang menerima ekspor bahan mentah. Namun, Jokowi menyarankan agar negara-negara tersebut dapat bekerjasama dengan BUMN atau pihak swasta yang berada di Indonesia.

"Enak banget kita setorin mereka bahan bakunya, nilai tambahnya bisa 14 kali sampai 20 kali lipat dari kalo kita hanya setor material. Enak banget. Pajak mereka yang dapat, pembukaan lapangan kerja mereka yang dapat, terus kita dapet apa? Ya tadi ditakut-takuti terus. Tak gugat di WTO, tak gugat di WTO. Gugatlah," tegasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Bahlil Cerita Asal Usul...
Bahlil Cerita Asal Usul Rencana Pungutan Ekspor Nikel, Pengusaha Setengah Hati Bangun Hilirisasi
Proyek CA-EDC Chandra...
Proyek CA-EDC Chandra Asri Capai 66%, Dorong Hilirisasi dan Serap Tenaga Kerja
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Apresiasi Kejagung Bongkar...
Apresiasi Kejagung Bongkar Korupsi IUP Bauksit, JAN Minta Kasus Samin Tan Tak Mandek
Kejagung: Ada Keterlibatan...
Kejagung: Ada Keterlibatan Penyelenggara Negara di Kasus Korupsi Tambang Bauksit Kalbar
Rekomendasi
Timnas Qatar Hancur-hancuran...
Timnas Qatar Hancur-hancuran di Piala Dunia 2026, Netizen Indonesia Singgung Hukum Karma
Festival Perahu Naga...
Festival Perahu Naga Bakal Meriahkan Lagi Puncak Liburan Musim Panas di Hong Kong
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Berita Terkini
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
BRI KKB Tawarkan Bunga...
BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
Lengkapi Fasilitas Penghuni,...
Lengkapi Fasilitas Penghuni, Club House Dibangun di Citaville Cibubur
Tiga Tahun Program Mangrove...
Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Tunjukkan Hasil Nyata bagi Pemulihan Ekosistem Pesisir
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved