Sri Mulyani Sebut Ekonomi Global Penyebab Penurunan Ekspor

Selasa, 16 Juni 2020 - 11:32 WIB
loading...
Sri Mulyani Sebut Ekonomi...
Foto/Ilustrasi/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2020 mengalami surplus sekitar USD2,1 miliar. Surplus terjadi karena penurunan nilai impor yang sangat tajam, dibanding penurunan nilai ekspor.

Nilai ekspor pada Mei tercatat sebesar USD10,53 miliar atau turun 28,9% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan nilai impor RI pada Mei mencapai USD8,44 miliar atau turun sebesar 42,2%.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, meskipun surplus namun neraca perdagangan kita harus terus diwaspadai. Mengingat, baik ekspor maupun impor mengalami penurunan yang signifikan. ( Baca: Sri Mulyani Waspadai Dampak Penurunan Impor Terhadap Manufaktur )

"Ekspor kita mengalami pelemahan karena ekonomi global. India mengalami kontraksi double digit, Eropa double digit, AS hampir 10% di kuartal I, Jepang pun sama," ujarnya dalam telekonferensi APBN KiTA, Selasa (16/6/2020).

Khusus ekspor, penurunan terjadi akibat situasi global yang terus menurun. Bahkan, negara-negara lain pun mengalami kontraksi yang cukup besar, termasuk Amerika Serikat hingga Jepang.

Bila dilihat berdasarkan sektor, penurunan ekspor terlihat di sektor pertanian yang turun 16,97% (MoM) dan secara tahunan turun 25,48% (YoY). Kemudian untuk industri pengolahan yang turun 14,92% (Mom) atau 25,90% (YoY).

Lalu untuk sektor pertambangan dan lainnya yang terkoreksi 13,7% (MoM) atau bila secara tahunan turun 38,71% (YoY). Sementara, sektor minyak dan gas (migas) masih mengalami pertumbuhan sebesar 15,64% (MoM). Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, nilai ekspor migas Indonesia terkoreksi 42,64% yoy.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Naik Argo Bromo Anggrek...
Naik Argo Bromo Anggrek Sehari Sebelumnya, Sri Mulyani Berduka untuk Korban Tabrakan KA di Bekasi
Gubernur BI Peringatkan...
Gubernur BI Peringatkan Dunia Tak Baik-baik Saja, Dihantui 3 Tantangan Besar
Perang Iran Picu Stagflasi,...
Perang Iran Picu Stagflasi, Ekonomi Global Mulai Terguncang
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Global Bergejolak,...
Ekonomi Global Bergejolak, Stabilitas Pangan dan MBG Harus Dijaga
Rekomendasi
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
Berita Terkini
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Menghadapi Tekanan Ekonomi,...
Menghadapi Tekanan Ekonomi, Agen Asuransi Jiwa Terus Tingkatkan Kapasitas lewat MDRT Day 2026
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
Infografis
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global pada 2024-2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved