Menkeu Rusia: Moskow Kehilangan Akses ke Setengah Dana Cadangan Rp4.286 Triliun

Senin, 14 Maret 2022 - 16:39 WIB
loading...
Menkeu Rusia: Moskow...
Menteri Keuangan (Menkeu) Rusia, Anton Siluanov mengatakan, Moskow telah kehilangan akses ke hampir setengah dari dana cadangan miliknya senilai USD300 miliar atau setara Rp4.286 triliun. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Menteri Keuangan (Menkeu) Rusia , Anton Siluanov mengatakan, Moskow telah kehilangan akses ke hampir setengah dari dana cadangan miliknya senilai USD300 miliar atau setara Rp4.286 triliun (kurs Rp14.287 per USD). Selain itu Ia juga mengungkapkan, lebih banyak risiko yang harus ditanggung seiring meningkatnya tekanan dari Barat terhadap China.

"Total volume cadangan kami adalah sekitar USD640 miliar (senilai Rp9.143 triliun), dan sekitar 300 miliar berada dalam kondisi sedemikian rupa sehingga kami tidak dapat menggunakannya sekarang," katanya kepada televisi pemerintah dalam sebuah wawancara pada hari Minggu, kemarin.

Baca Juga: Rusia Punya Dana Cadangan Rp9.037 Triliun Hadapi Sanksi yang Dipimpin AS

Sementara itu Ia juga menyoroti sikap AS yang kini 'menyerang' China sehingga bakal membuat Rusia mengakses dana cadangannya. Diterangkan olehnya sebagian dari cadangan emas dan valuta asing milik Rusia disimpan dalam mata uang China, yuan.

“Dan kami melihat tekanan dari negara-negara Barat pada China untuk membatasi perdagangan timbal balik dengan China. Tentu saja, ada tekanan untuk membatasi akses ke aset itu," kata Siluanov dikutip dari Bloomberg.

"Tetapi saya pikir kemitraan kami dengan China masih akan memungkinkan kami untuk mempertahankan kerja sama yang telah kami capai, dan tidak hanya mempertahankan, tetapi juga meningkatkannya di lingkungan tempat pasar Barat ditutup," lanjutnya.

Pembekuan aset pada bank sentral Rusia diberlakukan sebagai bagian dari serangkaian sanksi ekonomi untuk menghukum Moskow atas invasi Ukrain a, yang sekarang memasuki minggu ketiga.

Baca Juga: Gubernur Bank Sentral: Pakai Uang Rusia untuk Membangun Kembali Ukraina

Data Rusia sendiri yang diterbitkan pada bulan Januari menunjukkan bahwa dana cadangan senilai USD100 miliar disimpan dalam bentuk dolar AS pada Juni, yaitu 16,4% dari total tumpukan uang tunai pada saat itu. Kepemilikan dalam euro tercatat sebesar 32,2% dan yuan sebesar 13,1% pada akhir Juni 2021.

China sendiri telah berjanji untuk melanjutkan hubungan perdagangan dengan Rusia, yang dipandang sebagai mitra strategis, meskipun ada eksodus besar-besaran perusahaan besar yang kebanyakan dari Eropa dan AS.

Bayar Utang

Sementara itu Siluanov mengungkapkan, Rusia akan membayar utang dalam rubel sampai tumpukan uang tunainya membeku. Bank of Russia memperkenalkan kontrol modal setelah cadangan devisanya dibekukan oleh pemerintah internasional.

Pembatasan tersebut telah meningkatkan prospek gagal bayar utang bagi Rusia, yang pertama kali terlihat sejak 1998. Ekonomi Rusia yang sebelumnya diproyeksi bakal membaik tahun, langsung berbalik ke belakang dalam hitungan hari. Perkiraan awal Bloomberg Economics adalah pertumbuhan ekonomi Rusia merosot sekitar 9% pada tahun 2022.

Bank sentral juga menjaga pasar saham Bursa Moskow yang ditutup sampai setidaknya 18 Maret, memperpanjang rekor penutupan yang dimaksudkan untuk melindungi investor domestik dari dampak sanksi keras atas invasi Rusia ke Ukraina.

Siluanov berjanji untuk terus membantu bank-bank Rusia yang berada dalam situasi sulit. Tingkat cadangan saat ini memungkinkan bahkan bank-bank itu berfungsi "yang telah menjadi subjek sanksi paling keras," katanya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Rekomendasi
Sempat Dilarang di Qatar...
Sempat Dilarang di Qatar 2022, Kenapa FIFA Izinkan Bendera LGBT Masuk Stadion Piala Dunia 2026?
Momen Celine Evangelista...
Momen Celine Evangelista Bimbing Anaknya Belajar Wudhu dan Salat Tuai Pujian Warganet
Sensasi Merayakan Cinta...
Sensasi Merayakan Cinta di Kapel Tebing Bali 70 Meter di Atas Samudera Hindia
Berita Terkini
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved