Saatnya Bagi Masyarakat Ubah Perilaku Penggunaan BBM

Selasa, 16 Juni 2020 - 13:14 WIB
loading...
Saatnya Bagi Masyarakat...
Paska pandemi COVID-19, adalah saat yang tepat bagi masyarakat untuk mengubah perilaku pemakaian bahan bakar minyak (BBM). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Paska pandemi COVID-19, adalah saat yang tepat bagi masyarakat untuk mengubah perilaku pemakaian bahan bakar minyak (BBM). Karena dengan menggunakan BBM beroktan tinggi, masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan tetapi juga kesehatan.

(Baca Juga: KLHK: Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca, Perilaku Saat Pandemi Harus Dijaga )

Demikian diingatkan mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Berry Nahdian Furqon. Penggunaan BBM RON tinggi yang ramah lingkungan, jelas Berry, tidak cukup hanya dilakukan melalui regulasi.

“Selain itu, kita juga harus mendorong perubahan perilaku ramah lingkungan. Dan sekarang saat yang tepat untuk berubah,” kata Berry ketika dihubungi dari Jakarta hari ini.

Dalam kaitan ini, Berry mengaku sependapat dengan pernyataan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RM Karliansyah. Sebelumnya, dalam seminar virtual pekan lalu, Karliansyah bahwa semua elemen harus mempertahankan perilaku bagus saat pandemic COVID-19, yang berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca.

(Baca Juga: Produk BBM Pertamina Bakal Dipangkas Menteri Erick Thohir )

Antara lain dengan menjaga bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, memperbaiki manajemen lalu lintas, pengembangan sistem transportasi massal, dan pengembangan hutan kota.

“Saya setuju. Momentum ini memang harus dimanfaatkan. Apalagi, penurunan emisi gas rumah kaca juga sangat berdampak baik bagi kesehatan, termasuk kesehatan sistem pernafasan. Ini bisa menjadi modal ketahanan tubuh dalam melawan pandemi COVID-19. Ini juga demi anak cucu kita ke depan,” kata Berry.

Perubahan perilaku, lanjut Berry, sangat besar perannya dalam memperbaiki kualitas udara. Sebab, dampak positif BBM RON tinggi baru terlihat jika digunakan secara masif. Jika porsinya kecil, lanjut Berry, perbaikan kualitas udara tidak nyata. “Makanya kita harus bersama-sama mengubah perilaku dengan memakai BBM RON tinggi. Kalau digunakan secara luas, pasti berdampak signifikan,” jelasnya.

“Dengan terbiasa menggunakan BBM ramah lingkungan, diharapkan bisa berkembang menjadi pola hidup ramah lingkungan. Jika menjadi kebiasaan, habit, diharapkan bisa mereduksi faktor pencemaran lingkungan, terutama di kota-kota besar, termasuk Pulau Jawa dan Bali,” kata dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Bisa Hemat...
Indonesia Bisa Hemat 10 Juta Liter BBM, asal ASN Disiplin WFH Sehari Seminggu
Inovasi FAME dan Eceng...
Inovasi FAME dan Eceng Gondok Antar Pertamina Patra Niaga Raih Proper Emas
Jaga Standar Lingkungan,...
Jaga Standar Lingkungan, Adaro Kembali Sabet Proper Emas dari KLH
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Raih Proper Emas dan Tujuh Hijau
Imbau Mobil Maksimal...
Imbau Mobil Maksimal Isi BBM 50 Liter per Hari, Bahlil: Saya Mantan Sopir Angkot, Mohon Bijak
Purbaya Kaji WFH Tiap...
Purbaya Kaji WFH Tiap Jumat, Konsumsi BBM Bakal Susut 20 Persen
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
Rekomendasi
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved