MNC Group Investor Forum 2022 Hari Ini: WEGE, PTBA, DSNG & BSDE Cemerlang, Cek Link untuk Besok di Sini!
Rabu, 16 Maret 2022 - 17:50 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PT Bukit Asam Tbk Farida Thamrin mengatakan bahwa pada tahun 2021, PTBA berhasil meraih volume produksi tertinggi yaitu sebesar 30,0 mt atau meningkat 21% YoY dengan stripping ratio sebesar 4,7 kali atau dibawah target 5,1 kali.
Dari sisi sales volume, PTBA mampu mencapai 28,4 mt batubara dengan volume ekspor sebesar 12,3 mt atau 43%. Existing customer PTBA berasal dari negara-negara besar, seperti China, Filipina dan Jepang mengalami peningkatan demand yang cukup signifikan.
“Pada tahun 2021, Net Profit juga meningkat cukup tajam dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah PTBA, yakni sebesar Rp7,9 triliun atau 231% YoY dan EBITDA sudah mencapai double digit dibandingkan 5 tahun ke belakang. Pada tahun 2022, PTBA memiliki target berupa production volume sebesar 36,4 mt; railway volume sebesar 31,5 mt, serta sales volume sebesar 37,1 mt,” ungkap Farida.
Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk Andrianto Oetomo memaparkan DSNG telah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2013. Kontribusi utama pendapatan DSNG didominasi oleh kelapa sawit, dimana sebesar 81% pendapatannya berasal dari kelapa sawit.
DSNG memiliki total luas lahan sebesar 112.600 hektar, dengan perkebunan kelapa sawit terbesar berada di daerah Kalimantan Timur seluas 60.000 hektar berada dalam satu hamparan. DSNG merupakan perusahaan yang memiliki ranking ESG yang tinggi (most verified ESG), hal ini menunjukkan keseriusan dan komitmen perusahaan, dalam menjalankan praktek ESG yang berdampak baik pada semua lini usaha.
Dari sisi sales volume, PTBA mampu mencapai 28,4 mt batubara dengan volume ekspor sebesar 12,3 mt atau 43%. Existing customer PTBA berasal dari negara-negara besar, seperti China, Filipina dan Jepang mengalami peningkatan demand yang cukup signifikan.
“Pada tahun 2021, Net Profit juga meningkat cukup tajam dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah PTBA, yakni sebesar Rp7,9 triliun atau 231% YoY dan EBITDA sudah mencapai double digit dibandingkan 5 tahun ke belakang. Pada tahun 2022, PTBA memiliki target berupa production volume sebesar 36,4 mt; railway volume sebesar 31,5 mt, serta sales volume sebesar 37,1 mt,” ungkap Farida.
Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk Andrianto Oetomo memaparkan DSNG telah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2013. Kontribusi utama pendapatan DSNG didominasi oleh kelapa sawit, dimana sebesar 81% pendapatannya berasal dari kelapa sawit.
DSNG memiliki total luas lahan sebesar 112.600 hektar, dengan perkebunan kelapa sawit terbesar berada di daerah Kalimantan Timur seluas 60.000 hektar berada dalam satu hamparan. DSNG merupakan perusahaan yang memiliki ranking ESG yang tinggi (most verified ESG), hal ini menunjukkan keseriusan dan komitmen perusahaan, dalam menjalankan praktek ESG yang berdampak baik pada semua lini usaha.
Lihat Juga :