India Bersiap Tingkatkan Perdagangan Non-dolar dengan Rusia

Rabu, 16 Maret 2022 - 18:07 WIB
loading...
India Bersiap Tingkatkan...
India dan Rusia dikabarkan tengah menyiapkan perdagangan dengan menggunakan mata uang domestik untuk menghindari sanksi Barat. Foto/Ilustrasi/Reuters
A A A
JAKARTA - Konsumen minyak terbesar ketiga dunia, India, tengah mempertimbangkan untuk membeli minyak mentah Rusia dan komoditas lainnya dengan harga diskon menggunakan mata uang domestik. Ini terjadi karena AS mendorong negara-negara untuk menghindari perdagangan dengan Rusia di tengah konflik di Ukraina.

"Rusia menawarkan minyak dan komoditas lainnya dengan diskon besar. Kami akan dengan senang hati menerimanya. Kami memiliki beberapa masalah seperti asuransi tanker dan campuran minyak yang harus diselesaikan. Setelah kami menerimanya, kami akan menerima tawaran diskon," kata seorang pejabat pemerintah India kepada Reuters, yang dilansir RT.com, Rabu (16/5/2022).

Baca Juga: Selamat Tinggal Petrodolar? Arab Saudi Terima Yuan China untuk Pembelian Minyak

Transaksi akan dilakukan dalam mata uang nasional India, rupee, dan rubel Rusia untuk menghindari penggunaan dolar AS dan kebijakan sanksi terkait. Menurut para pejabat, pekerjaan untuk membentuk mekanisme perdagangan rupee-rubel sudah berlangsung.

Hingga saat ini, India belum berbicara menentang operasi militer Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina, yang telah banyak dikritik oleh sejumlah negara Barat dan telah menyebabkan paket sanksi yang diberlakukan terhadap Moskow.
Sementara minyak Rusia belum diberi sanksi, beberapa pedagang internasional menjauh karena takut menghadapi hukuman karena berurusan dengan negara itu. Hal ini telah memaksa Rusia untuk menerapkan rekor diskon untuk ekspor minyak mentahnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Yakin Indonesia Mampu Tahan Gejolak Perang Rusia-Ukraina

India mengimpor hampir 85% minyak yang dikonsumsinya, tetapi hanya sekitar 3% komoditas yang berasal dari Rusia. Laporan media yang mengutip sumber perdagangan pada hari Senin menyatakan bahwa penyulingan utama negara itu, Indian Oil Corp, baru saja membeli 3 juta barel minyak Ural Rusia dari pedagang Vitol dengan diskon USD20-25 per barel untuk pengiriman Mei.

Menurut sumber, IOC tidak menganggap pembelian itu sebagai masalah karena baik minyak itu sendiri, maupun Vitol tidak dikenai sanksi.

India juga dilaporkan mempertimbangkan untuk membeli bahan baku dari Rusia dan Belarusia untuk produksi pupuk di tengah melonjaknya harga komoditas.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Rekomendasi
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved