Minyak Goreng Mahal dan Langka, Mendag Lutfi Tuding Perang Rusia-Ukraina Biang Keroknya
Kamis, 17 Maret 2022 - 15:45 WIB
loading...
Mendag Muhammad Lutfi membeberkan penyebab naiknya harga minyak goreng. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan menyebut, penyebab melonjaknya harga minyak goreng di pasaran saat ini dipicu oleh perang Rusia dengan Ukraina . Sehingga diharapkan masyarakat bisa maklum dengan kondisi harga pasar saat ini.
Baca juga: Usai Dua Kali Ngeles, Mendag Lutfi Pastikan Datang ke DPR Hari Ini
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menjelaskan, Rusia dan Ukraina merupakan negara yang memproduksi minyak dari biji bunga matahari. Namun karena mereka berkonflik, pengguna minyak biji matahari atau sunflower dialihkan ke CPO. Pengalihan itulah yang mengakibatkan harga CPO menjadi mahal dan otomatis berimbas pada harga minyak goreng di dalam negeri.
"Invasi Rusia terhadap Ukraina ini menyebabkan harga-harga barang tinggi, terutama Rusia dan Ukraina ini penghasil minyak sunflower, penggantinya adalah CPO sehingga menyebabkan harga minyak CPO Rp14.600 pada awal Februari menjadi Rp18.000 kemarin, dan sudah turun sedikit namun pada dasarnya naik karena mekanisme pasar," jelas Mendag di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2022).
Kendati demikian, dia memastikan stok minyak goreng di dalam negeri aman jelang Ramadhan hingga Idul Fitri 2022.
Baca juga: Usai Dua Kali Ngeles, Mendag Lutfi Pastikan Datang ke DPR Hari Ini
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menjelaskan, Rusia dan Ukraina merupakan negara yang memproduksi minyak dari biji bunga matahari. Namun karena mereka berkonflik, pengguna minyak biji matahari atau sunflower dialihkan ke CPO. Pengalihan itulah yang mengakibatkan harga CPO menjadi mahal dan otomatis berimbas pada harga minyak goreng di dalam negeri.
"Invasi Rusia terhadap Ukraina ini menyebabkan harga-harga barang tinggi, terutama Rusia dan Ukraina ini penghasil minyak sunflower, penggantinya adalah CPO sehingga menyebabkan harga minyak CPO Rp14.600 pada awal Februari menjadi Rp18.000 kemarin, dan sudah turun sedikit namun pada dasarnya naik karena mekanisme pasar," jelas Mendag di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2022).
Kendati demikian, dia memastikan stok minyak goreng di dalam negeri aman jelang Ramadhan hingga Idul Fitri 2022.
Lihat Juga :