Survei Membuktikan, Pencari Hunian Beradaptasi dengan Pandemi
Rabu, 23 Maret 2022 - 18:43 WIB
loading...
A
A
A
"Sepanjang pandemi Covid-19 berlangsung, sektor real estate di Tanah Sir terus menunjukkan kinerja dengan pertumbuhan yang positif secara kontinu. Apalagi dengan hadirnya berbagai stimulus pemerintah sehingga berdampak pada sektor perumahan dan terlihat dari pertumbuhan KPR yang positif dibandingkan kredit lainnya," jelas Winang.
Sepanjang Q4 2021 kredit KPR tumbuh 9,55% sementara kredit perbankan secara umum hanya tumbuh 5,24%. Pada kuartal sebelumnya, kredit KPR tumbuh 9,32% sementara kredit perbankan secara umum hanya tumbuh 2,21%. Bahkan ketika kredit perbankan secara umum turun hingga 3,77% secara kuartalan, kredit KPR masih tumbuh 4,30%.
Menurut, Winang pertumbuhan industri perumahan di tahun 2022 sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal yang memengaruhi kondisi perekonomian nasional. Faktor eksternal tersebut di antaranya adalah tumbuhnya harga komoditas yang makin naik sebagai dampak perang Rusia-Ukraina mendorong adanya investasi dalam bentuk properti.
Baca juga: Profil Dwi Priyatno, Mantan Kapolda Metro Libas Peredaran Narkoba di Diskotek Stadium
"Secara historis, ketika terjadi booming commodity price, maka pembelian properti akan tinggi sebagai cara untuk menyimpan aset," tandas Winang.
Marine menyimpulkan, dari survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2022 dan Rumah.com Property Market Report Q1 2022 menjadikan saat ini saat terbaik untuk mengambil keputusan, apalagi dengan melihat kondisi perekonomian secara keseluruhan.
Sepanjang Q4 2021 kredit KPR tumbuh 9,55% sementara kredit perbankan secara umum hanya tumbuh 5,24%. Pada kuartal sebelumnya, kredit KPR tumbuh 9,32% sementara kredit perbankan secara umum hanya tumbuh 2,21%. Bahkan ketika kredit perbankan secara umum turun hingga 3,77% secara kuartalan, kredit KPR masih tumbuh 4,30%.
Menurut, Winang pertumbuhan industri perumahan di tahun 2022 sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal yang memengaruhi kondisi perekonomian nasional. Faktor eksternal tersebut di antaranya adalah tumbuhnya harga komoditas yang makin naik sebagai dampak perang Rusia-Ukraina mendorong adanya investasi dalam bentuk properti.
Baca juga: Profil Dwi Priyatno, Mantan Kapolda Metro Libas Peredaran Narkoba di Diskotek Stadium
"Secara historis, ketika terjadi booming commodity price, maka pembelian properti akan tinggi sebagai cara untuk menyimpan aset," tandas Winang.
Marine menyimpulkan, dari survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2022 dan Rumah.com Property Market Report Q1 2022 menjadikan saat ini saat terbaik untuk mengambil keputusan, apalagi dengan melihat kondisi perekonomian secara keseluruhan.
(uka)
Lihat Juga :