Tenang, Kenaikan Harga BBM Pertamax Tak Akan Mengerek Inflasi

Kamis, 24 Maret 2022 - 10:58 WIB
loading...
Tenang, Kenaikan Harga...
Pengendara motor saat mengisi BBM di SPBU, Jakarta Timur. Kamis (3/3/2022). Foto/Dok SINDOnews/Yulianto
A A A
JAKARTA - Seiring kenaikan harga minyak dunia, harga BBM (Bahan Bakar Minyak) Pertamax diusulkan naik mengikuti harga keekonomian. Hal ini dinilai perlu dilakukan untuk mengurangi beban keuangan Pertamina.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menyatakan, kalaupun harga Pertamax dinaikkan, dampaknya terhadap inflasi tidak akan terasa karena jumlah penggunanya tidak sebanyak BBM jenis lain seperti Pertalite.

"Mengingat Pertamax ini segemented, maka seharusnya tidak memberikan dampak inflasi yang cukup signifikan. Saya kira masih aman untuk inflasi meskipun saat ini konsumsi Pertamax 12% dari total konsumsi nasional," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Kamis (24/3/2022).

Baca juga: Sri Mulyani Kasih Sinyal Harga BBM Pertamax Bisa Naik, Pertalite Masih Aman

Dia menjelaskan, Pertamax termasuk ke dalam BBM umum jika merujuk pada Perpres Nomor 119 tahun 2014, di mana harga BBM umum bervariasi mengikuti harga keekonomian.

Mamit bilang, ‘kedudukan' Pertamax ini sebenarnya sama seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. "Karena memang masuknya ke BBM umum, jadi sama (penentuan harganya)," ungkap Mamit.

Baca juga: Harga Pertamax Dinaikkan Dekati Level Keekonomian Dinilai Realistis

BBM umum, sambung dia, tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Jika Pertamax dijual di bawah nilai keekonomian, artinya Pertamina menanggung rugi karena tidak mendapat kompensasi dari pemerintah.

Menurut Mamit, jika harga Pertamax naik dan masyarakat keberatan, masih ada BBM yang harganya lebih murah. "Masyarakat bisa menggunakan BBM jenis tersebut," tukasnya.



Sebagai catatan, nilai keekonomian BBM RON 92 seperti Pertamax dipatok Rp14.526 per liter. Sebagian besar SPBU menjual BBM RON 92 pada kisaran harga Rp11.000-14.000. Namun, Pertamina menjual Pertamax seharga Rp9.000-9.500 per liter.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
Rekomendasi
Hore! Stasiun KRL JIS...
Hore! Stasiun KRL JIS Diresmikan Besok
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ini 11 Museum dan 9 Kolam Renang yang Digratiskan selama 3 Hari
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved