Kunjungi Blok Migas Terbesar Kedua RI, Ini Pesan Sri Mulyani

Kamis, 24 Maret 2022 - 22:18 WIB
loading...
Kunjungi Blok Migas...
Menkeu Sri Mulyani (tiga kiri), Dirut PHE Subholding Upstream Budiman Parhusip (kiri), Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini dan Dirut Pertamina Hulu Rokan Jaffee A Suardin di di Lapangan Minas, Riau, Kamis (24/3/2022). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Berbeda dari biasanya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani hari ini melakukan kunjungan kerja ke Wilayah Kerja (WK) Rokan di Riau. Sri Mulyani bahkan turun langsung mengunjungi salah satu lokasi pengeboran minyak di Lapangan Minas.

"Tetap jaga tingkat kompetensi dan prestasi untuk membuktikan kemampuan kita dalam mengelola sumber daya alam kita," kata Sri Mulyani dalam siaran pers, Kamis (24/3/2022).

Baca Juga: Pertamina Sukses Uji Coba Penyaluran Minyak Perdana Blok Rokan

Di Ruang Kendali Operasi (War Room) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Rumbai, Pekanbaru, Sri Mulyani berpesan agar WK migas terbesar kedua di Tanah Air yang kini dikelola oleh putra bangsa ini memberikan keuntungan lebih bagi bangsa dan negara.
Menkeu juga berpesan agar PHR terus mengembangkan dan melatih sumber daya manusia, baik yang ada di PHR maupun generasi muda yang berada di universitas-universitas di Provinsi Riau dan juga di seluruh Indonesia.

"Kebhinekaan cara berpikir merupakan kekuatan yang dimiliki oleh generasi produktif Indonesia," tegasnya.

Dalam kunjungan kerja ini, Sri Mulyani didampingi langsung Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini, Dirut PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream Budiman Parhusip, dan Dirut PHR Jaffee A Suardin.

"Belajar dari alih kelola di WK lain sebelumnya, persiapan Pertamina dalam alih kelola WK Rokan jauh lebih banyak sehingga mampu menjaga bahkan meningkatkan produksi," tutur Nicke dalam sambutannya.

Nicke menjelaskan, Subholding Upstream Pertamina pada tahun ini mencanangkan pengeboran 813 sumur pengembangan. Sebanyak 500 sumur di antaranya berada di WK Rokan.WK migas terbesar kedua Tanah Air ini menyumbang sepertiga total produksi minyak Pertamina atau hampir seperempat produksi nasional dengan rata-rata produksi tahunan sekitar 160 ribu barel minyak per hari (BOPD) pada periode September-Desember 2021.

Pada kesempatan tersebut, Dirut PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream Budiman Parhusip menjelaskan bahwa WK Rokan memiliki peran strategis dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional."Seluruh hasil lifting WK Rokan diperuntukkan bagi konsumsi kilang domestik Pertamina guna mendukung ketahanan energi nasional," ujarnya.

Sementara, Dirut PHR Jaffee A Suardin menyampaikan bahwa PHR berhasil meningkatkan kinerja WK Rokan pasca-alih kelola. Di antaranya kenaikan tingkat produksi, biaya lifting yang makin rendah, peningkatan kegiatan pengeboran secara masif dan agresif, peningkatan keandalan fasilitas, dan tingkat efisiensi produksi yang terjaga.

PHR WK Rokan menyumbangkan penerimaan negara sekitar Rp9 triliun untuk periode Agustus-Desember 2021. Kontribusi itu terdiri dari Rp6,5 triliun Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Rp2,5 triliun berupa pembayaran PPh, PPN, dan pajak daerah.

Baca Juga: Malaysia Usulkan Bahasa Melayu sebagai Bahasa Kedua di ASEAN

Tahun 2022 ini, PHR menargetkan pengeboran 400-500 sumur baru di WK Rokan dengan target produksi sekitar 180 ribu BOPD. Untuk mencapai target tersebut, PHR akan terus menambah jumlah rig pengeboran menjadi setidaknya 23 rig.

"PHR juga berkomitmen untuk terus meningkatkan porsi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk memperkuat komponen nasional. Saat ini TKDN di PHR mencapai lebih dari 60%," lapor Jaffe.

Selain manfaat langsung berupa penjualan minyak dan pajak, kata dia, operasi PHR juga memberikan manfaat berganda seperti pemenuhan kebutuhan energi nasional, penciptaan lapangan kerja, peluang bisnis bagi pengusaha lokal serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Operasional WK Rokan saat ini didukung lebih dari 25.000 pekerja, di mana sebagian besar di merupakan tenaga kerja lokal Riau," tambahnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentrans Ungkap Ada...
Mentrans Ungkap Ada 13 Titik Potensi Ladang Minyak Baru di Kawasan Transmigrasi
301 Blok Migas Tak Kunjung...
301 Blok Migas Tak Kunjung Beroperasi, Bahlil Ultimatum Siap Cabut Kontrak
26 Tahun Terkatung-katung,...
26 Tahun Terkatung-katung, Bahlil Ancam Cabut Izin Inpex di Blok Masela
Pertamina Libatkan AI...
Pertamina Libatkan AI Kelola Blok Rokan, Targetkan Efisiensi Rp762 Miliar
PHE Siapkan Metode EOR...
PHE Siapkan Metode EOR Genjot Produksi Minyak di Lapangan Tua
PHR Zona 4 Catat Rekor...
PHR Zona 4 Catat Rekor Produksi Minyak Tertinggi 30 Ribu Barel per Hari
Mantan Dirut Pertamina...
Mantan Dirut Pertamina Nicke Widyawati Hadir sebagai Saksi Kasus Korupsi Minyak Mentah
Pensiun Jadi Menkeu,...
Pensiun Jadi Menkeu, Sri Mulyani akan Ngajar di Oxford
Riwayat Pendidikan Nicke...
Riwayat Pendidikan Nicke Widyawati, Eks Dirut Pertamina yang Masuk Daftar Perempuan Paling Berpengaruh
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Berita Terkini
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved