Miliarder AS, Larry Fink Sebut Perang Rusia-Ukraina Mengakhiri Era Globalisasi
Sabtu, 26 Maret 2022 - 07:56 WIB
loading...
A
A
A
Fink, yang perusahaannya mengelola dana lebih dari USD10 triliun setara Rp142.666 triliun (Kurs Rp14.266 per USD), mengatakan negara-negara dan pemerintah telah bersatu dan meluncurkan "perang ekonomi" melawan Rusia. Dia mengungkapkan, BlackRock juga telah mengambil langkah-langkah untuk menangguhkan pembelian sekuritas Rusia dalam portofolio aktif atau indeksnya.
"Selama beberapa minggu terakhir, saya telah berbicara dengan banyak pemangku kepentingan, termasuk klien dan karyawan kami. Semuanya ingin memahami apa yang bisa dilakukan untuk mencegah modal dikerahkan ke Rusia," kata Fink.
![Miliarder AS, Larry Fink Sebut Perang Rusia-Ukraina Mengakhiri Era Globalisasi]()
Kembali pada awal 1990-an ketika Perang Dingin muncul, Rusia disambut ke dalam sistem keuangan global dan diberi akses ke pasar modal global, tulis Fink. Perluasan globalisasi mempercepat perdagangan internasional, menumbuhkan pasar modal global dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, katanya.
Baca Juga: Perang Rusia Ukraina Adalah Bencana Ekonomi, Bank Dunia Memperingatkan
Saat itu 34 tahun yang lalu, ketika BlackRock didirikan dan perusahaan sangat diuntungkan dari munculnya globalisasi dan pertumbuhan pasar modal, yang memicu kebutuhan akan manajemen aset berbasis teknologi.
"Selama beberapa minggu terakhir, saya telah berbicara dengan banyak pemangku kepentingan, termasuk klien dan karyawan kami. Semuanya ingin memahami apa yang bisa dilakukan untuk mencegah modal dikerahkan ke Rusia," kata Fink.

Kembali pada awal 1990-an ketika Perang Dingin muncul, Rusia disambut ke dalam sistem keuangan global dan diberi akses ke pasar modal global, tulis Fink. Perluasan globalisasi mempercepat perdagangan internasional, menumbuhkan pasar modal global dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, katanya.
Baca Juga: Perang Rusia Ukraina Adalah Bencana Ekonomi, Bank Dunia Memperingatkan
Saat itu 34 tahun yang lalu, ketika BlackRock didirikan dan perusahaan sangat diuntungkan dari munculnya globalisasi dan pertumbuhan pasar modal, yang memicu kebutuhan akan manajemen aset berbasis teknologi.
Lihat Juga :