Sambut Ramadhan, Harga Daging Sapi Terpantau di Kisaran Rp130 Sampai Rp140 Ribu/Kg

Sabtu, 26 Maret 2022 - 13:18 WIB
loading...
Sambut Ramadhan, Harga Daging Sapi Terpantau di Kisaran Rp130 Sampai Rp140 Ribu/Kg
Harga daging sapi di pasar terus mengalami kenaikan menjelang bulan puasa yang jatuh pada awal April 2022 mendatang, dimana para pedagang mengaku tidak bisa berkutik. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Harga daging sapi di pasar terus mengalami kenaikan menjelang bulan puasa yang jatuh pada awal April 2022 mendatang. Saat ini harga daging berkisar antara Rp130 ribu sampai Rp140 ribu per kilogram (kg).

Seorang pedagang memperkirakan ada kenaikan hingga Rp160 ribu/kg saat Ramadhan dimulai. "Sekarang harga daging Rp130 ribu/kg sampai Rp140 ribu/kg. Nah untuk nanti menjelang puasa bisa mencapai Rp150 ribu/kg sampai 160 ribu/kg," kata Asep, seorang pedagang daging sapi di Pasar Jaya Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (26/3/2022).

Baca Juga: Harga Daging Babi Naik, Warga Thailand Beralih ke Daging Buaya

Asep mengatakan, kemungkinan harga bisa menembus level Rp200 ribu/kg pada puncak Lebaran. Pria berusia 42 tahun itu menilai bahwa harga sapi impor yang mahal turut mendongkrak sapi lokal.

"Kami tidak bisa berkutik, tidak bisa berkata apa-apa lagi kalau impor Australia sudah mahal," tuturnya.

Pedagang lain bernama Madin (68) turut mengeluhkan lonjakan harga daging sapi yang membuat para pelanggan setianya lari. Kendati demikian, pedagang senior yang telah berjualan daging sejak era Orde Baru itu memprediksi kenaikan harga tidak akan naik terlalu tinggi jelang puasa.

"Pasti naik kalo puasa, biasanya naiknya 5 ribu sampai Rp10 ribu. Kalau Lebaran kira-kira saya rasa gak sampai 200, kira kira Rp160 ribu," terangnya.

Baca Juga: Bisa Menggerus Daya Beli, Ekonom: Lebih Baik Kenaikan Tarif PPN 11% Ditunda

Pantauan MNC Portal Indonesia Sabtu pagi (26/3/2022), kios daging sapi tampak sepi pembeli. Terletak di bagian ujung kompleks pasar, hanya ada tiga kios yang masih buka, sedangkan sisanya tutup dan berhenti berjualan.

"Banyak juga yang berhenti jadi pedagang. Yang beli daging kan juga kaum atas saja, jadi gak terlalu banyak, yang dari kalangan bawah gak bisa diharapin deh," tegas Madin.

(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1143 seconds (10.101#12.26)