Ketua Komisi VI DPR: Kenaikan Harga Pertamax Wujud Rasa Keadilan
Sabtu, 26 Maret 2022 - 14:42 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, harga minyak mentah dunia mencapai lebih dari USD100 dolar/barel. Badan usaha swasta yang menjual BBM sejenis tercatat telah mematok harga jual sebesar Rp11.900-Rp12.900/liter bahkan sebelum harga minyak menyentuh level USD100/barel.
Di lain sisi, tren kenaikan harga minyak mentah diperkirakan terus berlanjut. Harga minyak pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu (26/3) pagi WIB bahkan telah bertengger di atas USD120/barel.
Menurut Faisol, dari data Kementerian ESDM tampak bahwa untuk setiap liter Pertamax, Pertamina harus menyubsidi konsumen sekitar Rp5.000. "Padahal yang namanya subsidi, seharusnya diberikan kepada kalangan menengah ke bawah, yaitu pengguna Pertalite bukan Pertamax," tuturnya.
Dalam kondisi saat ini, kata dia, Komisi VI DPR memahami jika Pertamina ingin menyesuaikan harga Pertamax. Yang penting, tegas dia, kenaikan itu dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan. "Komisi VI akan terus melakukan pengawasan," imbuhnya.
Menurut dia, penyesuaian harga Pertamax adalah keniscayaan, sebab sangat memengaruhi kinerja keuangan BUMN migas tersebut. Terlebih, Pertamina adalah perusahaan negara yang banyak mendapatkan penugasan dari pemerintah yang harus dijalankan dengan baik.
Baca Juga: Corong Rusia: Perang Nuklir Universal Jika Pasukan NATO Masuk Ukraina!
Di lain sisi, tren kenaikan harga minyak mentah diperkirakan terus berlanjut. Harga minyak pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu (26/3) pagi WIB bahkan telah bertengger di atas USD120/barel.
Menurut Faisol, dari data Kementerian ESDM tampak bahwa untuk setiap liter Pertamax, Pertamina harus menyubsidi konsumen sekitar Rp5.000. "Padahal yang namanya subsidi, seharusnya diberikan kepada kalangan menengah ke bawah, yaitu pengguna Pertalite bukan Pertamax," tuturnya.
Dalam kondisi saat ini, kata dia, Komisi VI DPR memahami jika Pertamina ingin menyesuaikan harga Pertamax. Yang penting, tegas dia, kenaikan itu dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan. "Komisi VI akan terus melakukan pengawasan," imbuhnya.
Menurut dia, penyesuaian harga Pertamax adalah keniscayaan, sebab sangat memengaruhi kinerja keuangan BUMN migas tersebut. Terlebih, Pertamina adalah perusahaan negara yang banyak mendapatkan penugasan dari pemerintah yang harus dijalankan dengan baik.
Baca Juga: Corong Rusia: Perang Nuklir Universal Jika Pasukan NATO Masuk Ukraina!
Lihat Juga :