Ketua Komisi VI DPR: Kenaikan Harga Pertamax Wujud Rasa Keadilan
Sabtu, 26 Maret 2022 - 14:42 WIB
loading...
Komisi VI DPR menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax di tengah meroketnya harga minyak saat ini adalah wujud rasa keadilan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang bukan barang subsidi di tengah kenaikan tinggi harga minyak saat ini dinilai merupakan wujud asas keadilan.
BBM dengan kadar oktan (RON) 92 tersebut kini dijual jauh di bawah harga keekonomian, yakni Rp9.000-9.5000/liter, dibandingkan harga keekonomiannya sekitar Rp14.500-16.000/liter. Dengan harga jual saat ini, Pertamina praktis memberikan subsidi bagi pengguna Pertamax.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Terus, Harga Keekonomian Pertamax Kini Rp16.000 per Liter
"Pertamax adalah BBM nonsubsidi yang diperuntukkan bagi kalangan mampu, banyak pengguna kendaraan keluaran terbaru, bahkan mobil mewah memakai BBM jenis ini," ujar Ketua Komisi VI DPR Faisol Riza dalam keterangannya, Sabtu (26/3/2022).
Di bagian lain, kata dia, volume penjualan Pertamax tercatat hanya 14% dari total penjualan BBM Pertamina. Dengan begitu, penyesuaian harga Pertamax oleh Pertamina menurutnya justru mewujudkan asas keadilan.
"Dengan harga jual saat ini yang di bawah harga keekonomian, beban keuangan Pertamina menjadi berat, terlebih di tengah harga minyak dunia yang terus melambung," tambahnya.
BBM dengan kadar oktan (RON) 92 tersebut kini dijual jauh di bawah harga keekonomian, yakni Rp9.000-9.5000/liter, dibandingkan harga keekonomiannya sekitar Rp14.500-16.000/liter. Dengan harga jual saat ini, Pertamina praktis memberikan subsidi bagi pengguna Pertamax.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Terus, Harga Keekonomian Pertamax Kini Rp16.000 per Liter
"Pertamax adalah BBM nonsubsidi yang diperuntukkan bagi kalangan mampu, banyak pengguna kendaraan keluaran terbaru, bahkan mobil mewah memakai BBM jenis ini," ujar Ketua Komisi VI DPR Faisol Riza dalam keterangannya, Sabtu (26/3/2022).
Di bagian lain, kata dia, volume penjualan Pertamax tercatat hanya 14% dari total penjualan BBM Pertamina. Dengan begitu, penyesuaian harga Pertamax oleh Pertamina menurutnya justru mewujudkan asas keadilan.
"Dengan harga jual saat ini yang di bawah harga keekonomian, beban keuangan Pertamina menjadi berat, terlebih di tengah harga minyak dunia yang terus melambung," tambahnya.
Lihat Juga :