Rusia Diragukan Mampu Bayar Utang yang Jatuh Tempo 4 April 2022

Selasa, 29 Maret 2022 - 10:52 WIB
loading...
A A A
Para ahli mempunyai pandangan suram tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Orang-orang ini mengatakan kepada The Post, bahwa mereka meragukan kemampuan dan kemauan Rusia untuk memenuhi kewajiban membayar utang.

Terutama karena Rusia menghadapi hampir USD4,8 miliar dalam urusan pembayaran utang tahun ini. Dan 4 April akan menjadi ujian besar pertama: "Dua miliar adalah uang sungguhan," ucap Newman memperingatkan.

Departemen Keuangan AS mengklarifikasi Rusia dapat menggunakan dana yang dibekukan untuk melakukan pembayaran utang hingga 25 Mei. Setelah itu, Rusia kemungkinan perlu mengikis uang dari sumber lain dengan cara meminjam uang tunai atau menjual minyak ke negara-negara seperti China atau India.

Dan ini bukan hanya masalah ekonomi. Bahkan jika Rusia dapat melakukan pembayaran selanjutnya, beberapa ahli khawatir Rusia mungkin dapat menolak.

Newman berpendapat, sanksi keras yang diberlakukan oleh AS dapat menjadi bumerang dan bahwa menghapus kemampuan Rusia untuk mengakses pasar dan perdagangan global serta menghilangkan motivasi negara itu untuk terus membayar utang.

"Jika Rusia terputus dari seluruh dunia, Anda harus ragu mereka akan terus membayar," kata Newman.

"Ini menjadi situasi yang tidak biasa bagi negara di bawah sanksi ekonomi yang berat dan terus-menerus untuk menjaga pembayaran. Sanksi ini memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Rekomendasi
Tak Selalu Aman, Sendok...
Tak Selalu Aman, Sendok Kayu Juga Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Jamur
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Infografis
Ketentuan Seragam dan...
Ketentuan Seragam dan 4 Hal yang Dilarang Selama MPLS 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved