Pedagang Pecel Lele Buka Suara Soal Gugatan Minyak Goreng ke MK
Selasa, 29 Maret 2022 - 18:23 WIB
loading...
A
A
A
Dia menyebut, ketergantungannya terhadap minyak goreng kemasan sangat tinggi. Lantaran dirinya mengendepankan kehigienisan pada hidangannya. Maka dari itu ia terbebani dengan kondisi harga minyak goreng kemasan yang melambung dari harga normal.
"Untuk menjaga kualitas itu kan pakai minyak goreng kemasan lebih jernih, awet lagi. Sementara curah itu kan, kalau kita pakai untuk dua kali goreng, minyaknya sudah hitam," tukasnya.
Baca juga: Batal Ungkap Dugaan Mafia Minyak Goreng, MAKI Akan Gugat Mendag
Adapun minyak goreng kemasan yang saat ini ia beli harganya bisa mencapai Rp40.000 per liter. Di mana harga itu melompat jauh dari yang biasanya dia beli. Akibat tingginya harga minyak goreng tersebut, Basri mengaku jadi tidak aktif berjualan.
"Saya jadi jarang jualan, kadang buka, kadang tutup. Ya habis gimana?" imbuh pedagang pecel lele yang berjualan di Paiton, Probolinggo, Jawa Timur itu.
Akibat tidak rutin berjualan, dia mengaku omzetnya anjlok 50%. Dari yang sebelumnya Rp15 juta sehari menurun menjadi Rp7,5 juta.
Dari tuntuntan yang dilayangkan melalui MK, Basri berharap pemerintah bisa memihak kepada rakyat kecil terutama para pedagang makanan yang ketergantungan dengan minyak goreng khususnya minyak goreng kemasan.
"Untuk menjaga kualitas itu kan pakai minyak goreng kemasan lebih jernih, awet lagi. Sementara curah itu kan, kalau kita pakai untuk dua kali goreng, minyaknya sudah hitam," tukasnya.
Baca juga: Batal Ungkap Dugaan Mafia Minyak Goreng, MAKI Akan Gugat Mendag
Adapun minyak goreng kemasan yang saat ini ia beli harganya bisa mencapai Rp40.000 per liter. Di mana harga itu melompat jauh dari yang biasanya dia beli. Akibat tingginya harga minyak goreng tersebut, Basri mengaku jadi tidak aktif berjualan.
"Saya jadi jarang jualan, kadang buka, kadang tutup. Ya habis gimana?" imbuh pedagang pecel lele yang berjualan di Paiton, Probolinggo, Jawa Timur itu.
Akibat tidak rutin berjualan, dia mengaku omzetnya anjlok 50%. Dari yang sebelumnya Rp15 juta sehari menurun menjadi Rp7,5 juta.
Dari tuntuntan yang dilayangkan melalui MK, Basri berharap pemerintah bisa memihak kepada rakyat kecil terutama para pedagang makanan yang ketergantungan dengan minyak goreng khususnya minyak goreng kemasan.
Lihat Juga :