Soal Risiko BPA, Negara Tidak Boleh Tunduk dari Industri
Selasa, 29 Maret 2022 - 23:59 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, ahli polimer dari Balai Teknologi Polimer Chandra Liza menilai ada risiko tersendiri bila level migrasi BPA yang telah ditetapkan BPOM tidak dipatuhi oleh industri air kemasan. "Kuncinya ada pada pengawasan," katanya.
Baca Juga: Lindungi Konsumen, Penolakan Label BPA Disayangkan
Selain itu, menurut Liza, perlu pula ada edukasi yang menyeluruh atas kalangan penjual air kemasan galon terkait risiko peluluhan BPA akibat pemajangan, penyimpanan dan distribusi galon yang serampangan. "Pemajangan produk galon yang tidak baik bisa mengakibatkan proses migrasi BPA menjadi lebih cepat," katanya.
Sebagai informasi, draft peraturan BPOM dipublikasikan ke khalayak luas sejak November 2021. Produsen galon yang menggunakan kemasan plastik keras polikarbonat wajib mulai mencantumkan label Berpotensi Mengandung BPA dalam kurun tiga tahun sejak peraturan disahkan. Sementara itu, produsen yang menggunakan kemasan selain plastik polikarbonat diizinkan memasang label Bebas BPA.
Baca Juga: Lindungi Konsumen, Penolakan Label BPA Disayangkan
Selain itu, menurut Liza, perlu pula ada edukasi yang menyeluruh atas kalangan penjual air kemasan galon terkait risiko peluluhan BPA akibat pemajangan, penyimpanan dan distribusi galon yang serampangan. "Pemajangan produk galon yang tidak baik bisa mengakibatkan proses migrasi BPA menjadi lebih cepat," katanya.
Sebagai informasi, draft peraturan BPOM dipublikasikan ke khalayak luas sejak November 2021. Produsen galon yang menggunakan kemasan plastik keras polikarbonat wajib mulai mencantumkan label Berpotensi Mengandung BPA dalam kurun tiga tahun sejak peraturan disahkan. Sementara itu, produsen yang menggunakan kemasan selain plastik polikarbonat diizinkan memasang label Bebas BPA.
(nng)
Lihat Juga :