Soal Risiko BPA, Negara Tidak Boleh Tunduk dari Industri
Selasa, 29 Maret 2022 - 23:59 WIB
loading...
Ilustrasi galon guna ulang industri air kemasan. FOTO/ANTARA Photo
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah diminta menyelamatkan masyarakat khususnya anak-anak dari bahaya paparan Bisfenol A atau BPA yang bisa menyebabkan masalah kesehatan. Bahan kimia tersebut beroptensi menyebabkan kanker dan kemandulan pada galon berbahan polikarbonat .
"Kami sudah bersurat melalui Sekretariat Negara, meminta kesempatan untuk menjelaskan hal ini langsung kepada Presiden," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dalam diskusi publik FMCG Talk bertajuk Risiko BPA bagi Kesehatan Publik dan Pengaturannya pada Industri Air Minum Dalam Kemasan, di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Soal Risiko BPA, Riset YLKI Dorong Industri AMDK Berbenah
Ia pun meminta agar pemerintah tidak tunduk dengan industri. Hal itu menanggapi Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia yang gencar menolak lahirnya peraturan pelabelan risiko BPA.
"Intinya negara tidak boleh kalah oleh industri. Karena itu, rancangan peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan tentang pelabelan risiko BPA perlu segera disahkan," tandas dia.
Menurut dia beleid seharusnya didukung oleh semua kalangan untuk bersama-sama memikirkan potensi bahaya BPA demi kesehatan masyarakat luas dan jangka panjang.
"Kami sudah bersurat melalui Sekretariat Negara, meminta kesempatan untuk menjelaskan hal ini langsung kepada Presiden," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dalam diskusi publik FMCG Talk bertajuk Risiko BPA bagi Kesehatan Publik dan Pengaturannya pada Industri Air Minum Dalam Kemasan, di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Soal Risiko BPA, Riset YLKI Dorong Industri AMDK Berbenah
Ia pun meminta agar pemerintah tidak tunduk dengan industri. Hal itu menanggapi Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia yang gencar menolak lahirnya peraturan pelabelan risiko BPA.
"Intinya negara tidak boleh kalah oleh industri. Karena itu, rancangan peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan tentang pelabelan risiko BPA perlu segera disahkan," tandas dia.
Menurut dia beleid seharusnya didukung oleh semua kalangan untuk bersama-sama memikirkan potensi bahaya BPA demi kesehatan masyarakat luas dan jangka panjang.
Lihat Juga :