Sanksi Rusia Bisa Menggerus Dominasi Dolar AS, Direktur IMF Memperingatkan

Sabtu, 02 April 2022 - 06:00 WIB
loading...
Sanksi Rusia Bisa Menggerus...
Dominasi dolar Amerika Serikat atau USD dalam sistem moneter internasional berisiko mengalami fragmentasi bertahap sebagai akibat dari sanksi keuangan yang dikenakan pada Rusia. Foto/Dok
A A A
NEW YORK - Dominasi dolar Amerika Serikat atau USD dalam sistem moneter internasional berisiko mengalami 'fragmentasi' bertahap sebagai akibat dari sanksi keuangan yang dikenakan pada Rusia . Hal ini disampaikan Wakil Direktur Pelaksana pertama Dana Moneter Internasional atau IMF , Gita Gopinath kepada The Financial Times.

"Dolar akan tetap menjadi mata uang global utama bahkan dalam lanskap itu, tetapi fragmentasi pada tingkat yang lebih kecil tentu sangat mungkin," kata Gopinath dalam sebuah wawancara.

Baca Juga: Miliarder AS, Larry Fink Sebut Perang Rusia-Ukraina Mengakhiri Era Globalisasi

Pernyataann ini disampaikan saat rubel Rusia bangkit kembali terhadap dolar minggu ini, setelah ambruk pada awal bulan untuk menimbulkan pertanyaan tentang dampak sanksi AS dan sekutunya. Seperti diketahui sanksi berat telah dijatuhkan untuk mengisolasi Rusia dari sistem keuangan global.

Termasuk di antaranya membatasi akses bank terbesarnya ke transaksi yang dilakukan dalam dolar ketika perang selama perang Rusia Ukraina yang sudah sebulan terus berkecamuk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Rupiah Melemah Makin...
Rupiah Melemah Makin Dalam Diterpa Serangan AS ke Iran, Hari Ini Rp17.966/USD
Rupiah Tembus Rp17.930...
Rupiah Tembus Rp17.930 per Dolar AS, Risiko Impor Minyak Makin Besar
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp17.900, IHSG Tiba-tiba Anjlok 2,35%
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
Rekomendasi
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved