Pengembangan Energi Terbarukan Kita Kalah Jauh dengan Vietnam

Kamis, 18 Juni 2020 - 09:58 WIB
loading...
Pengembangan Energi...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengungkapkan bahwa energi baru dan terbarukan (EBT) di Tanah Air sulit berkembang. Pasalnya, kebijakan energi nasional (KEN) saat ini masih didominasi oleh energi fosil.

Tak ayal, capaian pembangunan energi terbarukan kita tertinggal jauh dengan Vietnam. Negeri jiran itu bisa membangun 5,5 GW (gigawat) pembangkit surya dan angin sekitar 800 MW, hanya dalam waktu dua tahun.

Sementara, Indonesia dalam kurun waktu lima tahun terakhir, energi terbarukannya tidak banyak berkembang. Dari data yang ada, Indonesia hanya 1,6 gigawatt atau hanya 400 megawatt per tahun.

"Sedangkan, Indonesia saat ini pembangkit surya hanya 150 MW dan angin kurang dari 100 MW," kata Fabby dalam diskusi secara virtual, Rabu (17/6/2020). ( Baca: Serapan Penyaluran KUR Masih Didominasi Daerah-Daerah di Jawa )

Lambannya pembangunan energi baru dan terbarukan di Indonesia tak lepas dari kepentingan dari sumber energi lain yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Situasi itulah yang akhirnya membuat pemerintah menjadi gamang dalam mengembangkan EBT.

"Pemerintah saat ini masih mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi dari batu bara," terangnya.

Fabby menambahkan, saat ini tren teknologi EBT yang semakin kompetitif harganya adalah pembangkit listrik tenaga surya dan angin. Di beberapa negara, pemerintahnya melakukan penurunan harga investasi terhadap energi surya dan angin. Hal itu dilakukan untuk memacu pertumbuhan EBT.

"Bauran kebijakan untuk memudahkan investasi energi terbarukan tidak tertuang dalam kebijakan energi nasional. Hasilnya, pengembangan EBT seperti jalan ditempat" pungkasnya

Di tahun 2025 Indonesia menargetkan penggunaan energi terbarukan naik menjadi 23%. Sekitar 77% masih mengandalkan energi fosil .
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Lolos dari Blokade AS,...
Lolos dari Blokade AS, Tanker Raksasa Pengangkut 2 Juta Barel Minyak Lanjut Berlayar ke Vietnam
Selat Hormuz Ditutup,...
Selat Hormuz Ditutup, Stok Minyak Kilang Terbesar Vietnam Kritis
Krisis Avtur Hantam...
Krisis Avtur Hantam Vietnam, Maskapai Pangkas Massal Jadwal Penerbangan
PLN Enjiniring Integrasikan...
PLN Enjiniring Integrasikan CSR dengan Strategi Transisi Energi Nasional
Pacu Transisi Energi...
Pacu Transisi Energi 100 Gigawatt Tenaga Surya, Prabowo: Banyak Negara Lebih Menyedihkan
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Iran Bertekad Jadi Vietnam...
Iran Bertekad Jadi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Kalah Perang Secara Memalukan
Rekomendasi
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Tantri Kotak Diduga...
Tantri Kotak Diduga Jadi Korban Penipuan Rp10 Miliar, Arda Naff Angkat Bicara
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Berita Terkini
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Perkuat Daya Saing,...
Perkuat Daya Saing, LOTTE Chemical Indonesia Raih Tiga Sertifikasi ISO
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
TikTok Bidik Pertumbuhan...
TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved