4 Daftar Raja Rokok Terkaya Indonesia, Ada yang Genggam Harta Rp612,8 Triliun
Selasa, 05 April 2022 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
Robert Budi dan Michael Hartono memiliki investasi besar di BCA. Kekayaan keluarga dari perusahaan rokok Djarum dan perusahaan elektronik Polytron ini juga ada yang berbentuk aset properti di Jakarta.
Michael Bambang Hartono lahir di Kudus, Jawa Tengah pada 1941 dan memiliki nama China, Oei Gwie Siong. Ia mengenyam pendidikan di Kudus, dan sempat melanjutkan ke Universitas Diponegoro, Semarang. Namun pada 1963, dia kembali ke Kudus saat pabrik Djarum terbakar pada 1963.
Usai kebakaran dan kepergian sang ayah, Michael bersama adiknya Robert Budi Hartono membangun kembali Djarum, dan sukses membawanya sebagai produsen rokok kretek terbesar di Indonesia.
Grup Djarum juga terlibat dalam berbagai kegiatan, salah satunya membangun klub bulu tangkis yang dikenal PB Djarum melalui Djarum Foundation. Klub badminton di bawah naungan Djarum Super ini telah melahirkan pemain bulutangkis kelas internasional seperti Kevin Sanjaya Sukomuljo, Mohammad Ahsan hingga Tantowi Ahmad.
Baca Juga: Tidak Kaya Lagi? Mark Zuckerberg Terdepak dari Daftar 10 Orang Terkaya Dunia
Tak tanggung-tanggung, Djarum juga merekrut para pelatih bulu tangkis andal seperti Liem Swie King, Ivana Lie, dan Susi Susanti sebagai pelatih klub tersebut. Jarak usia yang hanya setahun dari sang kakak Michael, Robert memiliki andil besar dalam melebarkan sayap Grup Djarum. Pada 1988, kakak beradik Hartono ini resmi menjadi pemegang saham mayoritas BCA melalui PT Dwimuria Investama Andalan.
Susilo Wonowidjojo
Susilo Wonowidjojo dan keluarganya merupakan pemilik perusahaan rokok Gudang Garam. Selain perusahaan rokok, Gudang Garam juga merambah di bidang infrastruktur seperti pembangunan jalan tol tahun 2019. Gudang Garam merupakan salah satu raksasa industri rokok yang berbasis di Kediri, Jawa Timur.
Michael Bambang Hartono lahir di Kudus, Jawa Tengah pada 1941 dan memiliki nama China, Oei Gwie Siong. Ia mengenyam pendidikan di Kudus, dan sempat melanjutkan ke Universitas Diponegoro, Semarang. Namun pada 1963, dia kembali ke Kudus saat pabrik Djarum terbakar pada 1963.
Usai kebakaran dan kepergian sang ayah, Michael bersama adiknya Robert Budi Hartono membangun kembali Djarum, dan sukses membawanya sebagai produsen rokok kretek terbesar di Indonesia.
Grup Djarum juga terlibat dalam berbagai kegiatan, salah satunya membangun klub bulu tangkis yang dikenal PB Djarum melalui Djarum Foundation. Klub badminton di bawah naungan Djarum Super ini telah melahirkan pemain bulutangkis kelas internasional seperti Kevin Sanjaya Sukomuljo, Mohammad Ahsan hingga Tantowi Ahmad.
Baca Juga: Tidak Kaya Lagi? Mark Zuckerberg Terdepak dari Daftar 10 Orang Terkaya Dunia
Tak tanggung-tanggung, Djarum juga merekrut para pelatih bulu tangkis andal seperti Liem Swie King, Ivana Lie, dan Susi Susanti sebagai pelatih klub tersebut. Jarak usia yang hanya setahun dari sang kakak Michael, Robert memiliki andil besar dalam melebarkan sayap Grup Djarum. Pada 1988, kakak beradik Hartono ini resmi menjadi pemegang saham mayoritas BCA melalui PT Dwimuria Investama Andalan.
Susilo Wonowidjojo
Susilo Wonowidjojo dan keluarganya merupakan pemilik perusahaan rokok Gudang Garam. Selain perusahaan rokok, Gudang Garam juga merambah di bidang infrastruktur seperti pembangunan jalan tol tahun 2019. Gudang Garam merupakan salah satu raksasa industri rokok yang berbasis di Kediri, Jawa Timur.
Lihat Juga :