Upaya Stabilkan Harga Pangan saat Ramadhan Butuh Kerja Sama Semua Pihak
Minggu, 10 April 2022 - 19:27 WIB
loading...
Kelancaran distribusi bahan pangan akan mampu menstabilkan harga. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Jelang Ramadhan umumnya harga sejumlah bahan pangan selalu mengalami kenaikan. Namun berbeda pada tahun ini, beberapa harga kebutuhan pokok cenderung stabil.
Baca juga: KTNA Apresiasi Keberhasilan Petani Indonesia Tingkatkan Produktivitas Padi
Jika melihat dari kacamata inflasi global, kecemasan di atas dapat dikatakan berawal dari tahun 2021 hingga sekarang, ketika banyak negara mulai membangun kembali pemulihan ekonomi global. Selain itu, dilihat dari kenaikan permintaan yang meningkat, sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan pasokan produksi global.
Muhammad Edhie Purnawan, PhD, staf pengajar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI), mengatakan adanya aktivitas ekonomi menyebabkan masalah gangguan pada rantai pasokan global hingga distribusi barang produksi dan bahan material antarnegara.
“Adanya kelangkaan kontainer serta menumpuknya barang di pelabuhan telah menyebabkan waktu pengiriman bahan pokok tersebut tertunda. Lalu, biaya pengiriman yang meningkat dan juga produksi beberapa negara menurun,” katanya, dikutip Minggu (10/4/2022).
Baca juga: KTNA Apresiasi Keberhasilan Petani Indonesia Tingkatkan Produktivitas Padi
Jika melihat dari kacamata inflasi global, kecemasan di atas dapat dikatakan berawal dari tahun 2021 hingga sekarang, ketika banyak negara mulai membangun kembali pemulihan ekonomi global. Selain itu, dilihat dari kenaikan permintaan yang meningkat, sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan pasokan produksi global.
Muhammad Edhie Purnawan, PhD, staf pengajar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI), mengatakan adanya aktivitas ekonomi menyebabkan masalah gangguan pada rantai pasokan global hingga distribusi barang produksi dan bahan material antarnegara.
“Adanya kelangkaan kontainer serta menumpuknya barang di pelabuhan telah menyebabkan waktu pengiriman bahan pokok tersebut tertunda. Lalu, biaya pengiriman yang meningkat dan juga produksi beberapa negara menurun,” katanya, dikutip Minggu (10/4/2022).
Lihat Juga :